Defisit Perdagangan AS Turun Tajam ke USD 54,5 Miliar pada Januari 2026

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) menyusut tajam pada Januari 2026 seiring lonjakan ekspor yang mencapai rekor tertinggi, sementara impor mengalami penurunan.

Mengutip Reuters pada Jumat (13/3), data Departemen Perdagangan menunjukkan defisit perdagangan AS turun 25,3 persen menjadi USD 54,5 miliar pada Januari 2026. Jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom yang memperkirakan defisit sebesar USD 66,6 miliar.

Sementara itu, data Desember 2025 direvisi menunjukkan defisit perdagangan melebar menjadi USD 72,9 miliar dari sebelumnya USD 70,3 miliar.

Kinerja perdagangan AS pada awal tahun didorong oleh lonjakan ekspor yang meningkat 5,5 persen menjadi USD 302,1 miliar pada Januari. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah dan kenaikan terbesar sejak Oktober 2021.

Ekspor barang meningkat 8,1 persen menjadi USD 195,5 miliar. Kenaikan didorong oleh peningkatan ekspor pasokan industri dan bahan baku sebesar USD 9,4 miliar, yang sebagian besar berasal dari emas nonmoneter dan logam mulia lainnya.

Selain itu, ekspor barang modal meningkat USD 5,4 miliar ke rekor tertinggi, didorong oleh pengiriman komputer, pesawat sipil, serta aksesori komputer. Ekspor kategori barang lainnya juga naik USD 2,9 miliar ke level tertinggi sepanjang masa.

Namun demikian, ekspor barang konsumsi justru turun USD 2,8 miliar ke level terendah sejak Oktober 2022 akibat penurunan ekspor produk farmasi sebesar USD 2,1 miliar. Di sisi lain, impor AS turun 0,7 persen menjadi USD 356,6 miliar pada Januari. Impor barang tercatat turun 1 persen menjadi USD 277,3 miliar.

Penurunan impor dipicu turunnya impor barang konsumsi sebesar USD 3,3 miliar, yang sebagian besar berasal dari produk farmasi. Selain itu, impor kendaraan bermotor, suku cadang dan mesin juga turun USD 2,8 miliar akibat penurunan impor truk, bus, kendaraan khusus serta mobil penumpang. Impor pasokan industri dan bahan baku juga menurun USD 1,4 miliar, termasuk penurunan impor emas nonmoneter sebesar USD 1,1 miliar.

Impor barang modal justru meningkat USD 3,4 miliar ke rekor tertinggi, didorong oleh meningkatnya impor komputer dan peralatan telekomunikasi. Kenaikan ini diperkirakan terkait meningkatnya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan dan pembangunan pusat data. Secara keseluruhan, defisit perdagangan barang menyempit 17,6 persen menjadi USD 81,8 miliar pada Januari 2026.

Di sektor jasa, ekspor meningkat USD 1,2 miliar menjadi rekor tertinggi USD 106,7 miliar, didorong oleh peningkatan layanan bisnis lainnya, layanan keuangan, serta biaya penggunaan kekayaan intelektual.

Sebaliknya, ekspor jasa perjalanan turun USD 0,3 miliar yang kemungkinan mencerminkan penurunan aktivitas pariwisata. Sementara, impor jasa meningkat tipis USD 0,2 miliar menjadi USD 79,3 miliar, terutama didorong oleh kenaikan layanan bisnis dan jasa asuransi.

Meski terjadi perbaikan pada Januari tahun ini, sektor perdagangan sebelumnya hanya memberikan kontribusi kecil terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang tercatat sebesar 1,4 persen secara tahunan pada kuartal Oktober hingga Desember 2025 lalu.

Kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump juga masih mempengaruhi dinamika perdagangan negara itu dalam beberapa waktu terakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Siapkan Bantuan Rp 839 Miliar untuk Bangun Hal ini di Way Kambas
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Sebut Eksekusi Hotel Sultan Dipaksakan, Hamdan Zoelva Laporkan Ketua PN Jakpus dan Pengadilan Tinggi Jakarta ke KY
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Bengkel di Lembang Akan Digusur, Dedi Mulyadi Lakukan Hal Tak Terduga kepada Pemiliknya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekspor Minyak Iran Naik di Tengah Serangan Selat Hormuz, Ada yang ke ASEAN
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jadi Pintu Masuk ke DIY, Sleman Siapkan 7 Jalur Alternatif untuk Antisipasi Macet saat Mudik
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.