Ribuan Pengemudi Angkot, Delman hingga Becak di Jabar Mendapatkan "THR"

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Sedikitnya 3.000 pengemudi angkutan umum, becak dan delman di jalur mudik Lebaran di Jawa Barat diliburkan selama sepekan untuk mencegah kemacetan. Mereka mendapatkan dana kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama tidak bekerja.

Kompensasi diberikan kepada pengemudi angkot, becak dan andong yang beroperasi di Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, Bandung Barat, dan Kota Bandung. Total dana yang disiapkan Rp 6,9 miliar.

"Seluruh uangnya (kompensasi) sudah mulai terdistribusi pada Kamis malam dan selesai semuanya pada Jumat ini," ucap Dedi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Jumat (13/3/2026).

Tahun lalu, hal serupa juga dilakukan Pemprov Jabar. Harapannya, keberadaan angkutan itu tidak menganggu laju arus mudik-balik di jalur arteri.

Baca Juga10.000 Bus di Jabar untuk Mudik Diperiksa Kelaikannya

Selain menyiapkan uang kompensasi, lanjut Dedi, Pemprov Jabar juga menyiapkan layanan kesehatan untuk masyarakat selama arus mudik dan balik. Layanan itu berupa mobil operasional gubernur yang telah direnovasi menjadi mobil untuk layanan kesehatan darurat di Tol Cipali.

Menurutnya, inovasi ini terinspirasi dari kejadian warga melahirkan di pinggir jalan tol. Dengan adanya kendaraan tersebut, Pemprov Jabar bisa memberikan layanan kesehatan lebih layak.

"Kendaraannya ini disiapkan ke Tol Cipali mulai hari ini sehingga nanti kalau ada ibu yang melahirkan tidak di jalan lagi, " ujarnya.

Penitipan kendaraan

Sementara itu, Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Rudi Setiawan mengatakan, menyiapkan layanan Hotline Mudik Polda Jabar dengan nomor telepon 110. Dengan layanan ini, masyarakat mendapatkan segala informasi seputar mudik dan lokasi penitipan kendaraan di markas-markas kepolisian.

Polda Jabar membuka 332 pos pengamanan. Pos-pos tersebut akan ditempatkan di jalur tol, jalur arteri, pusat transportasi, tempat ibadah, serta objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.

"Kami membuka layanan pengamanan sepeda motor dan mobil di Polda Jabar. Syaratnya menunjukkan bukti kepemilikan," kata Rudi.

Ia menambahkan, Polda Jabar juga menyiapkan berbagai strategi pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas seperti satu arah, lawan arah serta pengaturan tempat istirahat untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur utama mudik.

"Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret hingga 17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 dan 28 Maret 2026," tambahnya.

Baca JugaSangat Mudah Menular, Waspadai Campak Saat Mudik Lebaran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praperadilan Lee Kah Hin, Ahli Pidana Ungkap Hak Tersangka dan Alat Bukti Penyidikan
• 12 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Peringatkan Danantara: Jangan Ada Laporan Palsu
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Iran Luncurkan Rudal Balistik Berat Gelombang ke-40, Trump Klaim AS Sudah Menang
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Utak Atik Yaqut Cholil Qoumas Akali Kuota Tambahan Haji 2 Tahun Berturut-turut
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Viral! Isi Ramalan Mbak Rara Pawang Hujan Soal Nasib dan Umur Vidi Aldiano
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.