MAKASSAR, FAJAR – Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, curhat terkait kondisi internal Juku Eja. Apa yang sebenarnya terjadi?
Amiruddin menyampaikan, masalah mental pemain adalah menjadi salah satu topik yang sempat dievaluasi bersama manajemen.
Menurutnya, Ini penting untuk mengembalikan penampilan mereka ke performa terbaik. Sebab selama ini, hasil minor yang mereka raih diduga karena mental mereka yang sudah redup. Bahkan dalam beberapa pertandingan, mereka dianggap sudah kalah sebelum bermain.
Kata dia, evaluasi itu dilakukan dalam rapat bersama beberapa waktu yang lalu. Ini juga dilakukan menyeluruh, bukan hanya persoalan mental saja, tetapi juga hal-hal teknis yang menjadi problem mereka selama ini.
”Memang semenjak hasil (kurang bagus) di Parepare, kami bersama manajemen dan pemain langsung mengadakan rapat internal. Yang kami bahas pertama itu masalah teknis yang menyebabkan PSM seperti ini,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Kemudian, setelah menelisik lebih jauh terkait dengan persoalan tersebut, mental menjadi salah satu hal yang urgent. Itu sebabnya, mereka sepakat untuk mengembalikan spirit siri’ na pacce ke dalam setiap permainan.
”Dan yang kurang dari hasil diskusi itu, problem pertamanya adalah masalah mentalitas. Akhirnya kami sepakat untuk mengembalikan kembali spirit siri’ na pacce yang menjadi slogan PSM Makassar,” lanjutnya.
Namun begitu, dia menganggap para pemain tidak pernah berhenti untuk memberikan dedikasinya. ”Tetapi yang paling penting bahwa dedikasi pemain untuk kub ini sangat-sangat tinggi,” imbuhnya.
Masukan Legenda PSM
Legenda PSM, Syamsuddin Umar juga menyampaikan hal serupa. Bagi dia, saat ini tidak penting lagi status pemain asing mau pun lokal, senior mau pun pemain muda. Kata dia, yang paling penting adalah kebangkitan tim secara memyeluruh.
”Tidak penting lagi itu apakah dia pemain asing, apakah dia anak Makassar, pemain lokal dan sebagainya. Sekarang yang paling penting adalah kebangkitan tim, agar bisa kembali meraih poin penuh,” kata dia.
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa siapa saja yang ada di dalam PSM Makassar, harus tahu betul apa makna dari siri’ na pacce. Sehingga, tidak ada lagi yang tidak memgerti seperti apa karakter PSM Makassar itu sendiri.
”Jadi semuanya harus tahu itu. Mau itu pemain asing, pemain lokal, semuanya harus mengerti makna spirit siri’ na pacce itu. Karena tanpa itu ya sama saja dikali nol dong, tidak ada gunanya,” tegasnya. (*)




