Pemimpin Baru Iran, Putra Khamenei, Menghilang dari Publik; Sumber Ungkap Fakta di Baliknya

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sejak putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran, ia belum pernah muncul di hadapan publik maupun mengeluarkan pernyataan resmi. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa Mojtaba sebenarnya dipaksa oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk tampil sebagai pemimpin.

Seorang pejabat tinggi Iran mengatakan kepada Reuters bahwa IRGC telah merencanakan proses pemilihan ini dengan sangat hati-hati. Karena lokasi pertemuan awal dihancurkan akibat serangan, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi, yaitu Assembly of Experts, terpaksa berkumpul di lokasi rahasia. Bahkan beberapa anggotanya tidak dapat ikut memberikan suara karena komunikasi terputus.

Seorang mantan pejabat reformis yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa IRGC mengancam para pengkritik Mojtaba, sehingga anggota Assembly of Experts akhirnya terpaksa mendukungnya.

Menurut sumber tersebut, IRGC memilih Mojtaba karena mereka menganggapnya lebih mudah dikendalikan dibanding ayahnya, sehingga dapat membantu Garda Revolusi menguasai kebijakan dalam negeri dan luar negeri di masa depan.

Selama bertahun-tahun, Mojtaba beroperasi di balik layar dan mengelola kantor ayahnya. Dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel, ayahnya dan istrinya dilaporkan tewas, sementara Mojtaba sendiri diduga juga mengalami luka.

Seorang pembawa acara televisi pemerintah Iran dalam siaran langsung menggambarkan Mojtaba sebagai “janbaz”, yaitu veteran yang terluka secara terhormat dalam apa yang disebut Iran sebagai “Perang Ramadan”, istilah yang digunakan Iran untuk konflik saat ini.

Di media sosial, beredar video yang menunjukkan bahwa dalam upacara sumpah setia kepada Mojtaba, ia tidak hadir secara langsung, dan IRGC hanya menggunakan potongan karton bergambar dirinya.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Mojtaba mungkin terluka atau sedang bersembunyi, karena Amerika Serikat dan Israel telah menjadikannya target serangan.

Saat ini, kondisi kesehatan Mojtaba masih belum dapat diverifikasi secara pasti oleh pihak luar. Namun diamnya yang terus berlanjut telah memicu berbagai spekulasi.

Peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace, Karim Sadjadpour, baru-baru ini mengatakan kepada CNN bahwa seorang sumber yang telah mengenal Mojtaba selama bertahun-tahun mengatakan bahwa yang dipikirkan Mojtaba saat ini bukanlah bagaimana memerintah negara, tetapi bagaimana menyelamatkan dirinya sendiri.

Di kalangan masyarakat Iran, pemimpin yang dianggap sebagai penerus secara turun-temurun ini juga menghadapi ketidakpercayaan luas. Media sosial dipenuhi humor gelap tentang dirinya.

Salah satu unggahan yang banyak dibagikan menulis:  “Sebelum mereka menampilkannya ke publik, kita bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati.”

Beberapa unggahan lain setengah bercanda mengatakan bahwa pengumuman Mojtaba sebagai pemimpin sebenarnya bisa menyelesaikan beberapa masalah politik sekaligus:
“Mengumumkan Mojtaba sebagai pemimpin sebenarnya sangat cerdas. Anda tidak bisa membunuh seseorang yang sudah mati.”

Unggahan lain dengan humor gelap serupa menulis:
“Tahukah Anda apa yang lebih baik daripada satu Khamenei yang sudah mati? Dua Khamenei yang sudah mati.”

(Penanggung jawab redaksi: Tang Ying)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandar Sabu Jaringan Ko Erwin Tiba di Mabes Polri
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BGN Luncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan dan Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Sesi 1 Ditutup Anjlok 1,82% ke Level 7.228
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
DPR Sahkan RUU PPRT, PKB: Kita Kawal hingga Jadi Undang-Undang!
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Minat Tinggi tapi Tampung Terbatas, Komisi IV DPRD Jabar Kritik Kapasitas Apartemen Transit Rancaekek
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.