Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • IAEA menduga 200 kg uranium Iran 60 persen masih tersimpan aman di terowongan Isfahan.

  • Fasilitas Isfahan merupakan satu-satunya situs nuklir yang selamat dari serangan militer Juni lalu.

  • Total stok uranium Iran secara teori cukup untuk memproduksi sekitar sepuluh hulu ledak nuklir.

Suara.com - Kondisi terkini mengenai material sensitif di dalam perut bumi Isfahan mulai terkuak ke publik. Material itu adalah bahan baku senjata kiamat milik Iran.

Kepala Badan Energi Atom Internasional atau IAEA, Rafael Grossi, mencurigai cadangan besar uranium Iran masih menetap di sana.

Lokasi yang berbentuk kompleks terowongan bawah tanah ini diduga kuat menjadi bunker penyimpanan utama material berbahaya.

Berdasarkan data pantauan terakhir, tempat ini menampung bahan kimia yang telah diperkaya hingga tingkat kemurnian tinggi.

Keberadaan zat tersebut memicu kekhawatiran global karena posisinya yang sangat dekat dengan standar militer.

"Yang kami yakini adalah bahwa Isfahan, hingga inspeksi terakhir kami, memiliki sedikit lebih dari 200 kg, mungkin sedikit lebih dari itu, uranium 60%," ujar Grossi dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konsentrasi terbesar bahan nuklir Teheran memang terpusat di fasilitas bawah tanah tersebut.

Fakta ini menjadi krusial mengingat Isfahan adalah satu-satunya titik yang selamat dari gempuran udara masif.

Serangan yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat bersama Israel pada Juni lalu tidak melumpuhkan situs ini.

Baca Juga: Diancam Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Lawan Balik: Lo Siape?

Padahal, banyak instalasi strategis lainnya sudah rata dengan tanah akibat operasi pembersihan kekuatan nuklir tersebut.

Para utusan internasional sebenarnya sudah lama menandai Isfahan sebagai gudang penyimpanan uranium tingkat tinggi tersebut.

Laporan resmi dari pihak IAEA pada bulan Februari juga sempat menyinggung peran penting bunker bawah tanah ini.

Meskipun saat itu belum ada angka pasti, kini perkiraan jumlah total material di seluruh Iran mulai terlihat.

Sebelum serangan terjadi, Teheran diperkirakan memegang kendali atas sekitar 440,9 kilogram uranium dengan kemurnian 60 persen.

Secara teknis, volume sebesar itu mampu menyuplai bahan peledak yang setara dengan sepuluh unit bom nuklir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Menag Yaqut Penuhi Panggilan KPK Sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
• 23 jam lalukompas.com
thumb
RI Siap Ekspor Beras ke Malaysia hingga Papua Nugini
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ilmuwan Temukan Solusi Cepat Serangan Jantung, Cuma Satu Suntikan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Seskab Teddy Ajak Masyarakat Dukung Implementasi PP TUNAS untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026 Meski FIFA Jamin Keamanan, Siapa Penggantinya?
• 13 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.