IHSG Dibuka Melorot ke 7.338 Jelang Libur Lebaran, Saham Bank BBRI dan BMRI Loyo

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (13/3) menjelang libur panjang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Indeks dibuka di level 7.338 dan sempat turun lebih dalam pada perdagangan intraday. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat melemah 1,01% ke level 7.287 pada pukul 09.17 WIB.

Pelemahan terjadi seluruh sektor yang diperdagangkan di bursa. Sejumlah saham bank jumbo juga terpantau bergerak variatif pada perdagangan pagi ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,28% ke level Rp 3.560 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merosot 1,81% ke level Rp 4.870 per saham.

Di sisi lain, saham bank besar lainnya justru mencatatkan penguatan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,45%, sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 0,23%.

Menjelang libur Lebaran, perdagangan di BEI masih menyisakan dua hari pada pekan depan, yakni 16–17 Maret 2026. Meski demikian, IHSG masih berada dalam tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.

Sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi sekitar 15,67% atau kehilangan sekitar 1.355 poin. Pada perdagangan hari ini, sektor barang konsumsi siklikal menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam dengan pelemahan 2,24%.

Penurunan kemudian diikuti sektor industri dasar yang merosot 2,15% serta sektor industri yang turun 1,76%. Tekanan di sektor industri dasar berasal dari sejumlah saham tambang. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 3,45% ke level Rp 700 per saham.

Sementara itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 3,86% ke level Rp 3.240 per saham. Adapun saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga turun 2,26% ke level Rp 5.400 per saham.

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berpotensi turun pada perdagangan hari ini, setelah IHSG ditutup tipis di atas level support minor di 7.305.

Ia menjelaskan, penembusan di bawah level tersebut berpotensi membuka ruang bagi IHSG untuk kembali menguji area 7.105–7.140 yang masih menjadi support kuat. Namun ia menyatakan, pasar juga perlu mewaspadai kemungkinan perpanjangan tren turun menuju 6.744 apabila tekanan jual semakin agresif.

Level support IHSG berada di 7.305, 7.106, 6.900, dan 6.744. Sementara itu, level resistance berada di 7.450, 7.585, 7.765, dan 8.098.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Jumat (13/3).

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan menguji level support di kisaran 7.250–7.300.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPKH Salurkan 108.075 Paket Sembako Ramadan 2026, Cek Sebaran Wilayahnya
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik Timteng ke Pariwisata RI
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Setelah Merugi, AAUI Ungkap Asuransi Umum Berbalik Untung Rp15,8 Triliun
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapolri Beri 150 Motor ke 3 Polda Terdampak Bencana Jelang Operasi Ketupat 2026
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Ungkap Alasan Penahanan Tersangka Korupsi Haji Butuh Waktu Lama
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.