Neng Eem PKB: Perempuan Berdaya Kunci Lahirnya Keluarga Kuat dan Masyarakat Sehat

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menegaskan pemberdayaan perempuan adalah kunci strategis untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam forum dialog bertajuk 'Ngobrol Penuh Inspirasi' (NGOPI) dengan tema 'Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Multisektoral, Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi' yang digelar di Gedung MPR, Jakarta, Kamis (12/3).

BACA JUGA: Program Ibu Juara Dairy Champ Dukung Ribuan Perempuan Berdaya & Berkarya

“Perempuan yang berdaya adalah kunci lahirnya keluarga yang kuat dan masyarakat yang sehat. Ketika perempuan memiliki akses pendidikan, ekonomi, dan ruang pengambilan keputusan, maka potensi kekerasan dapat ditekan secara signifikan,” tegas Neng Eem dalam keterangannya, Jumat (13/3)

Lebih lanjut Neng Eem juga mengungkap data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bahwa ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi setiap tahun dengan berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, seksual, hingga kekerasan berbasis digital.

BACA JUGA: 50 Ibu-Ibu Ikuti Pelatihan Baking, Sandiaga: Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera

Menurut Neng Eem, kondisi tersebut menunjukkan upaya pencegahan dan perlindungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Anggota Komisi IX DPR itu juga menegaskan negara harus hadir tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui penguatan sistem sosial yang melindungi perempuan dan anak.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Dorong Program Perempuan Berdaya di Lapas Tangerang

“Memutus mata rantai kekerasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa untuk menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak,” lanjut Neng Eem yang juga Wakil Sekjen DPP PKB.

Dia memastikan Fraksi PKB MPR akan terus mendorong penguatan nilai-nilai konstitusi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak, melalui beberapa langkah strategis.

Mulai dari penguatan kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan dan anak, peningkatan akses pendidikan dan literasi kesetaraan gender, pemberdayaan ekonomi perempuan agar memiliki kemandirian, penguatan perlindungan berbasis keluarga dan komunitas, dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, dan media.

Acara NGOPI kali ini juga menghadirkan narasumber dari lembaga negara, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, Komisi Penyiaran Indonesia, Fatayat NU, dan Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (APIMSA). (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Turun Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp3.021.000 per Gram
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadi Pengawas Perlindungan Konsumen OJK, Begini Perjalanan Karir Dicky Kartikoyono
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Kamis 12 Maret 2026, KUAS Pimpin Kenaikan
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Krisis 2026 Nyata, Harga Laptop Bakal Naik Rp 6 Juta Lebih
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dokter Kamelia Sebut Ammar Zoni Membantah Kirim Surat Minta Putus
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.