Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews–Cirebon
Polresta Cirebon antisipasi lonjakan kendaraan gelombang pertama pada 14 Maret.
Otoritas keamanan di Kabupaten Cirebon mulai memperketat pengawasan jalur mudik menjelang Lebaran 2026.
Sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas, menyusul prediksi munculnya gelombang pertama arus mudik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Persiapan matang ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Ranggajati, Sumber. Langkah ini diambil guna memitigasi potensi kemacetan di salah satu titik krusial jalur penghubung utama di Pulau Jawa.
Strategi Penempatan dan Rekayasa Lalu Lintas
Kepala Polresta Cirebon, Komisaris Besar Polisi Sumarni (atau pejabat berwenang terkait), melalui pernyataan resmi menjelaskan bahwa ribuan personel tersebut akan tersebar di 11 titik strategis. Pos-pos tersebut mencakup kategori pos pelayanan, pengamanan, hingga pos terpadu.
"Prediksi kami menunjukkan arus kendaraan akan terbagi dalam beberapa gelombang. Momentum terdekat diperkirakan jatuh pada tanggal 14 Maret," ujar Kapolresta Cirebon, Imara Utama, dalam keterangannya kepada awak media, Kamis 12 Maret 2026.
Meski situasi arus lalu lintas terpantau masih normal hingga saat ini, pihak kepolisian tidak ingin kecolongan. Skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan, termasuk rencana penutupan akses putaran balik (U-turn) yang sering menjadi pemicu perlambatan kendaraan.
"Terdapat sekitar 30 titik U-turn yang menjadi sasaran penutupan. Namun, kebijakan ini bersifat situasional, bergantung pada dinamika volume kendaraan di lapangan," tambah Imara.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Senada dengan pihak kepolisian, Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga ketertiban umum selama masa mudik.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menekankan bahwa apel kesiapsiagaan ini adalah bentuk antisipasi terhadap segala bentuk kerawanan, baik dari sisi kemacetan maupun keamanan wilayah.
"Kegiatan ini krusial untuk memastikan kesiapan kita menghadapi arus mudik dan balik. Mudik adalah tradisi besar, dan tugas kami adalah menjamin perjalanan masyarakat tetap aman, tertib, dan nyaman," ungkap Imron.
Dengan ribuan personel yang bersiaga, fokus utama petugas tidak hanya pada kelancaran arus di jalur arteri, tetapi juga pada optimalisasi pelayanan bagi para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan di wilayah Cirebon.
Editor: Redaktur TVRINews





