AS Izinkan Negara-negara Beli Minyak dari Rusia untuk Redam Lonjakan Harga

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini masih berada di laut.

Mengutip Bloomberg pada Jumat (13/3), kebijakan ini diambil untuk menambah pasokan global dan menekan kenaikan harga energi di tengah konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut hanya bersifat terbatas dan sementara. Dalam unggahan di media sosial X, dia menegaskan kebijakan ini tak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan besar bagi Rusia.

"Langkah jangka pendek yang dirancang secara khusus ini hanya berlaku untuk minyak yang sudah dalam perjalanan dan tidak akan memberikan manfaat finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia," kata Scott.

Ini berlaku hanya untuk minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal sebelum 12 Maret 2026. Sebelumnya, pemerintah AS juga memberikan pengecualian selama satu bulan kepada India untuk mengambil minyak Rusia yang dimuat sebelum 5 Maret.

Dengan aturan baru ini, izin pembelian tidak lagi terbatas untuk India, namun tetap melarang Iran membeli minyak tersebut.

Upaya Redam Lonjakan Harga Minyak

Scott menjelaskan, strategi ini bagian dari upaya pemerintah AS menstabilkan pasar energi global yang tengah menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik.

Harga minyak dunia saat ini masih tinggi. Minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati USD 100 per barel pada perdagangan awal di Asia pada Jumat (13/3).

"@POTUS mengambil langkah-langkah tegas untuk mempromosikan stabilitas di pasar energi global dan berupaya menjaga harga tetap rendah seiring kita mengatasi ancaman dan ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh rezim teroris Iran," katanya.

"Kenaikan sementara harga minyak adalah gangguan jangka pendek dan sementara yang akan menghasilkan manfaat besar bagi negara dan ekonomi kita dalam jangka panjang," sambung dia.

Lebih lanjut, sejumlah analis menilai tekanan terhadap pasar energi bisa semakin meningkat apabila ketegangan di kawasan Teluk memicu gangguan pasokan minyak.

Peneliti senior di Brookings Institution, Robin Brooks, mengatakan kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Rusia bisa semakin besar jika harga minyak kembali melonjak.

Robin menilai situasi bisa terjadi apabila Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga dan Komisi XII DPR-RI Pastikan Kesiapan Satgas Ramadan Idul Fitri 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Intip 10 penampakan fasilitas simulator berkuda satu-satunya di Indonesia milik Ditpolsatwa Polri
• 13 jam lalubrilio.net
thumb
Pihak Swasta Beri Bantuan Ambulans, Kasatgas Tito: Bukti Ketahanan Nasional dan Kepedulian Sosial
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Warga Jakarta Belakangan Keluhkan Krisis Ojol, Ternyata Ini Sebabnya
• 21 jam lalucumicumi.com
thumb
Ketika Pejabat Jakarta Menjelma Jadi Model untuk Angkat Pamor Busana Tanah Abang
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.