VIVA – Sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah barat Irak saat menjalankan operasi pada Kamis, 12 Maret 2026. Pesawat tanker tersebut membawa enam anggota militer AS di dalamnya.
Kantor berita Reuters mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pesawat yang jatuh merupakan jenis KC-135 milik Angkatan Udara AS. Pesawat lain yang terlibat dalam insiden tersebut juga merupakan KC-135 dan berhasil mendarat dengan selamat.
Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) sebelumnya menyatakan bahwa upaya penyelamatan sedang dilakukan setelah pesawat tersebut jatuh di wilayah yang disebut sebagai "wilayah udara ramah" di Irak barat.
Menurut CENTCOM, insiden tersebut tidak disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri. Sementara itu, pesawat kedua yang berada dalam operasi yang sama dilaporkan berhasil mendarat dengan aman.
Pesawat tanker KC-135 sendiri merupakan pesawat pengisian bahan bakar udara yang diproduksi oleh Boeing pada 1950-an hingga awal 1960-an. Pesawat ini telah lama menjadi tulang punggung armada pengisian bahan bakar udara militer AS dan memainkan peran penting dalam memungkinkan pesawat tempur menjalankan misi jarak jauh tanpa perlu mendarat untuk mengisi bahan bakar.
Kecelakaan ini terjadi pada hari yang sama dengan insiden terpisah di laut, ketika dua pelaut AS dilaporkan terluka setelah terjadi kebakaran di kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN‑78). Insiden tersebut tidak terkait dengan operasi tempur.
Jatuhnya pesawat tanker ini menambah daftar kerugian penerbangan militer AS sejak konflik dengan Iran memanas. Pesawat tersebut disebut sebagai pesawat AS keempat yang jatuh sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Hingga kini belum jelas apakah terdapat korban jiwa dalam insiden terbaru tersebut. CENTCOM menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.
Sebelumnya, tiga jet tempur Angkatan Udara AS sempat ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam insiden tembakan dari pihak sendiri. Seluruh awak pesawat dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dengan melontarkan kursi ejeksi.





