Pakar Prediksi Stok BBM Indonesia Masih Aman hingga Lebaran, Apa Alasannya?

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik Lebaran, meskipun terjadi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

 Komaidi menjelaskan, sebagian besar impor BBM Indonesia berasal dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia. Kedua negara tersebut selama ini menjadi pemasok utama BBM bagi Indonesia.

“Impor BBM kita sebagian besar berasal dari negara di kawasan yang sama, yaitu Asia Tenggara. Terutama dari Singapura dan Malaysia, porsinya sekitar 55 sampai 75% per tahun,” ujar Komaidi dalam diskusi publik ‘Seberapa Tahan Ekonomi Indonesia’ bersama Katadata, Kamis (12/3).

Ia mengatakan pemerintah dan pelaku usaha energi cenderung memilih sumber pasokan dari negara yang lebih dekat karena biaya logistik dan transportasi yang lebih rendah dibandingkan mengambil pasokan dari wilayah yang lebih jauh.

Menurutnya, faktor kedekatan geografis membuat biaya pengiriman, logistik, hingga asuransi menjadi lebih murah sehingga lebih efisien secara bisnis.

“Biasanya kita mengambil dari negara yang lebih dekat karena biaya transportasi dan logistik, termasuk asuransi, jauh lebih murah dibandingkan jika mengambil dari wilayah yang lebih jauh,” katanya.

Komaidi juga menilai gangguan di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan jalur energi di Selat Hormuz, tidak terlalu berdampak langsung terhadap pasokan BBM Indonesia. Pasalnya, porsi impor energi Indonesia yang melewati jalur tersebut relatif kecil.

“Yang lewat Selat Hormuz itu tidak banyak, di bawah 20%. Untuk BBM juga demikian karena sebagian besar kita mendatangkannya dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dalam jangka panjang konflik di Timur Tengah tetap perlu diwaspadai karena sebagian pasokan energi Singapura juga berasal dari kawasan tersebut.

“Walaupun kita mengambil dari Singapura dan Malaysia, sebagian pasokan mereka juga berasal dari Timur Tengah. Jadi kalau konflik berlangsung lama tentu bisa memberi dampak ke pasokan di kawasan,” kata dia.

Namun, Komaidi menegaskan kondisi saat ini masih relatif aman karena cadangan operasional energi di Singapura masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan, termasuk untuk kebutuhan kawasan.

 Selain itu, ia menilai indikator ketahanan energi Indonesia juga masih dalam kondisi normal. Selama lebih dari dua dekade terakhir, Indonesia tidak mengalami masalah kelangkaan BBM karena cadangan operasional selalu terjaga.

“Dari 2003 sampai 2025 kita tidak pernah mengalami masalah stok atau kelangkaan. Indikatornya juga masih sama, yaitu cadangan sekitar 20 sampai 25 hari,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Komaidi memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama periode mudik Lebaran.

“Artinya masyarakat tidak perlu khawatir. Mudik Lebaran insya Allah aman karena di masing-masing wilayah, baik Pertamina maupun pemerintah sudah memastikan stok BBM tersedia,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara-Negara Teluk Mencegat Rudal dan Drone Iran
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Truk Sampah Antre Mengular Menuju Bantargebang, Ini Penjelasan Pramono
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli, PSI: Semoga Pak Jokowi Semakin Dimuliakan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Rumania Izinkan AS Pakai Pangkalannya untuk Isi Bahan Bakar Pesawat
• 23 jam laludetik.com
thumb
Jalur Pantura Weleri-Kendal Diperkuat Beton Rigid demi Mudik Aman
• 18 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.