Google Maps Rilis Fitur AI Ask Maps & Navigasi 3D, Bikin Perjalanan Makin Pintar

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Google mengumumkan pembaruan untuk Google Maps dengan menghadirkan fitur percakapan berbasis AI bernama Ask Maps yang ditenagai oleh Gemini, serta pengalaman navigasi baru Immersive Navigation dengan tampilan 3D yang lebih realistis.

Fitur Ask Maps memungkinkan pengguna bertanya langsung menggunakan bahasa sehari-hari untuk mendapatkan informasi atau rekomendasi tempat. Misalnya, pengguna bisa bertanya seperti, “Ponsel saya hampir habis baterai, di mana saya bisa mengisi daya tanpa harus antre lama untuk beli kopi?” atau “Apakah ada lapangan tenis umum dengan lampu yang bisa saya pakai malam ini?”

Menurut Google, fitur ini juga dapat membantu merencanakan perjalanan dengan cepat. Sebagai contoh, pengguna dapat bertanya: “Saya akan melakukan perjalanan mudik dari Jakarta ke Cirebon lewat jalur pantura, ada rekomendasi tempat singgah di sepanjang perjalanan?”

Melalui pertanyaan tersebut, Google Maps akan memberikan rute perjalanan, estimasi waktu tiba, serta tips dari pengguna lain. Rekomendasi tersebut bisa berupa jalur tersembunyi yang menarik atau cara mendapatkan tiket masuk gratis di lokasi tertentu.

Google menjelaskan, Ask Maps akan mempersonalisasi jawabannya berdasarkan sejumlah sinyal, seperti tempat yang pernah dicari atau disimpan pengguna di akun mereka.

Jika seseorang bertanya, “Teman-teman saya datang dari Pasar Minggu untuk bertemu setelah kerja, ada rekomendasi tempat yang nyaman untuk empat orang pukul 7 malam?”, sistem bisa saja merekomendasikan restoran yang sesuai dengan preferensi pengguna. Misalnya, jika pengguna sering mencari restoran vegan, Maps akan menyarankan tempat yang menyediakan pilihan menu vegan.

Saat ini, fitur Ask Maps mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan India untuk perangkat Android dan iOS. Google juga menyebut fitur tersebut akan segera tersedia di versi desktop.

Selain itu, pembaruan Immersive Navigation membawa tampilan 3D baru di Maps yang menampilkan detail bangunan di sekitar, jalan layang, hingga kontur medan secara lebih realistis, mirip dengan yang ditawarkan Apple Maps. Pembaruan ini juga menampilkan detail jalan secara lebih lengkap, seperti jalur kendaraan, zebra cross, lampu lalu lintas, hingga rambu berhenti.

Melalui sistem zoom pintar dan tampilan bangunan transparan, pengemudi kini dapat melihat rute perjalanan secara lebih luas. Hal ini membantu pengguna mempersiapkan diri lebih awal saat menghadapi belokan rumit atau perpindahan jalur.

Tak hanya itu, Google juga memperbarui panduan suara di Maps agar terdengar lebih alami. Misalnya, ketika pengguna harus keluar dari jalan tol dalam dua pintu keluar, sistem akan memberikan instruksi seperti: “Lewati pintu keluar ini dan ambil pintu keluar berikutnya menuju Subang.”

Maps juga akan menjelaskan perbandingan antara rute alternatif. Misalnya, perjalanan yang sedikit lebih lama tetapi lalu lintasnya lebih lancar, atau rute yang lebih cepat namun melewati jalan berbayar.

Aplikasi ini juga akan memberikan peringatan gangguan lalu lintas secara real-time, seperti pekerjaan konstruksi jalan atau kecelakaan. Data tersebut berasal dari komunitas pengguna Google Maps maupun Waze.

Selain navigasi, Google juga menambahkan kemampuan untuk melihat pratinjau lokasi tujuan sebelum berangkat melalui gambar Google Street View. Pengguna juga bisa mendapatkan rekomendasi tempat parkir di sekitar lokasi. Saat sudah mendekati tujuan, Maps akan menampilkan pintu masuk bangunan, area parkir terdekat, serta sisi jalan yang tepat untuk berhenti.

“Kami ingin merancang ulang pengalaman berkendara agar pengguna tidak lagi menebak-nebak selama perjalanan,” kata Miriam Daniel, Wakil Presiden Google Maps, sebagaimana dikutip TechCrunch.

Menurutnya, Immersive Navigation merupakan transformasi besar dalam pengalaman navigasi karena menghadirkan visual baru, informasi dunia nyata secara real-time, serta panduan yang lebih intuitif.

Fitur Immersive Navigation mulai diluncurkan di Amerika Serikat beberapa hari lalu, dan akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan ke perangkat iOS dan Android yang kompatibel, termasuk Apple CarPlay, Android Auto, serta kendaraan yang telah memiliki sistem Google bawaan.

Pengumuman ini melanjutkan integrasi Gemini di Google Maps yang mulai diperkenalkan pada akhir tahun lalu. Saat itu, AI tersebut memungkinkan pengguna menanyakan berbagai hal terkait lokasi di sepanjang rute, termasuk informasi tentang olahraga atau berita, serta menambahkan acara langsung ke kalender.

Google juga mulai memanfaatkan Gemini di Street View untuk meningkatkan instruksi navigasi dengan menyebutkan penanda lokasi di sekitar, seperti pom bensin, restoran, atau bangunan terkenal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Geliat Mudik Lebaran 2026, Warga Mulai Padati Sejumlah Pelabuhan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran, pengamanan Oscar diperketat
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Sudah Dihujani Teror Termasuk pada Ibunya, Ketua BEM Tiyo Ardianto Bilang Tak Berdampak Apa-Apa
• 6 jam laludisway.id
thumb
Ditjenpas Gelar Pasar Murah Ramadan, Produk Warga Binaan Laris Manis
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Sering Merasa Haus: Apakah Tubuh Kekurangan Cairan?
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.