Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Oscar 2026 meningkatkan status keamanan menjadi siaga tinggi (high alert) sejak eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran pada Februari, menyusul peringatan dari Biro Investigasi Federal Departemen Kehakiman AS, Federal Bureau of Investigation (FBI).
"Kami mendapat dukungan dari FBI dan Departemen Kepolisian Los Angeles, dan ini merupakan kolaborasi erat," kata produser siaran Oscar Raj Kapoor dalam pernyataan kepada jurnalis, dilansir dari NYPost, Kamis (12/3) waktu setempat.
Langkah pengetatan diambil setelah muncul peringatan, sebagaimana dilaporkan ABC News, dari FBI kepada aparat penegak hukum di seluruh California bahwa Iran berpotensi meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan wilayah Pantai Barat.
Baca juga: Zoe Saldana hingga Kieran Culkin jadi pembaca nominasi Oscar 2026
Meski informasi tersebut belum terverifikasi secara spesifik, pihak berwenang tidak ingin mengambil risiko menjelang malam puncak penghargaan pada Minggu (15/3) malam waktu AS.
Departemen Sheriff Los Angeles juga meningkatkan level kewaspadaan (elevated level of vigilance) dengan bekerja sama dengan mitra penegak hukum federal dan lokal untuk memantau potensi ancaman serta berbagi informasi intelijen.
Ancaman yang diantisipasi mencakup kemungkinan serangan aktor tunggal, sleeper cells, hingga ancaman teknologi canggih atau serangan siber.
Menurut sumber Variety pada peluncuran karpet merah, pengamanan telah ditingkatkan tetapi tidak terlihat secara mencolok.
Baca juga: Aktor dan aktris yang pertama kali masuk nominasi Oscar tahun 2026
Penyelenggara mengerahkan sekitar 1.000 personel keamanan swasta serta unit khusus seperti SWAT (Special Weapons and Tactics) dan tim penjinak bom.
Untuk mengamankan area terdekat, perimeter sejauh satu mil akan ditempatkan di sekitar Dolby Theatre, dan setiap orang atau kendaraan yang mencoba masuk akan diperiksa, kata LAPD kepada NBC Los Angeles, dilaporkan Entertainment Weekly, Rabu (11/3).
Ketegangan diplomatik memuncak setelah serangan militer terkoordinasi oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
Baca juga: Nominasi Oscar 2026 selain "Sinners" dan "One Battle After Another"
Operasi tersebut menewaskan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Iran juga menutup ruang udara di sejumlah negara Teluk sebagai respons militer.
Di tengah ancaman keamanan, ajang Oscar tahun ini mencetak sejarah melalui film "Sinners".
Film karya sutradara Ryan Coogler tersebut memimpin dengan 16 nominasi, jumlah terbanyak dalam sejarah akademi.
Acara yang dipandu Conan O'Brien itu tetap dijadwalkan berlangsung dengan kehadiran bintang Hollywood seperti Timothée Chalamet, Rose Byrne, Kate Hudson, Brad Pitt, dan Nicole Kidman.
Baca juga: Leonardo DiCaprio prihatin dengan masa depan bioskop dan perfilman
Baca juga: Tom Cruise soroti kekuatan sinema saat terima Oscar Kehormatan
"Kami mendapat dukungan dari FBI dan Departemen Kepolisian Los Angeles, dan ini merupakan kolaborasi erat," kata produser siaran Oscar Raj Kapoor dalam pernyataan kepada jurnalis, dilansir dari NYPost, Kamis (12/3) waktu setempat.
Langkah pengetatan diambil setelah muncul peringatan, sebagaimana dilaporkan ABC News, dari FBI kepada aparat penegak hukum di seluruh California bahwa Iran berpotensi meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan wilayah Pantai Barat.
Baca juga: Zoe Saldana hingga Kieran Culkin jadi pembaca nominasi Oscar 2026
Meski informasi tersebut belum terverifikasi secara spesifik, pihak berwenang tidak ingin mengambil risiko menjelang malam puncak penghargaan pada Minggu (15/3) malam waktu AS.
Departemen Sheriff Los Angeles juga meningkatkan level kewaspadaan (elevated level of vigilance) dengan bekerja sama dengan mitra penegak hukum federal dan lokal untuk memantau potensi ancaman serta berbagi informasi intelijen.
Ancaman yang diantisipasi mencakup kemungkinan serangan aktor tunggal, sleeper cells, hingga ancaman teknologi canggih atau serangan siber.
Menurut sumber Variety pada peluncuran karpet merah, pengamanan telah ditingkatkan tetapi tidak terlihat secara mencolok.
Baca juga: Aktor dan aktris yang pertama kali masuk nominasi Oscar tahun 2026
Penyelenggara mengerahkan sekitar 1.000 personel keamanan swasta serta unit khusus seperti SWAT (Special Weapons and Tactics) dan tim penjinak bom.
Untuk mengamankan area terdekat, perimeter sejauh satu mil akan ditempatkan di sekitar Dolby Theatre, dan setiap orang atau kendaraan yang mencoba masuk akan diperiksa, kata LAPD kepada NBC Los Angeles, dilaporkan Entertainment Weekly, Rabu (11/3).
Ketegangan diplomatik memuncak setelah serangan militer terkoordinasi oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
Baca juga: Nominasi Oscar 2026 selain "Sinners" dan "One Battle After Another"
Operasi tersebut menewaskan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Iran juga menutup ruang udara di sejumlah negara Teluk sebagai respons militer.
Di tengah ancaman keamanan, ajang Oscar tahun ini mencetak sejarah melalui film "Sinners".
Film karya sutradara Ryan Coogler tersebut memimpin dengan 16 nominasi, jumlah terbanyak dalam sejarah akademi.
Acara yang dipandu Conan O'Brien itu tetap dijadwalkan berlangsung dengan kehadiran bintang Hollywood seperti Timothée Chalamet, Rose Byrne, Kate Hudson, Brad Pitt, dan Nicole Kidman.
Baca juga: Leonardo DiCaprio prihatin dengan masa depan bioskop dan perfilman
Baca juga: Tom Cruise soroti kekuatan sinema saat terima Oscar Kehormatan





