Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak untuk Industri Nasional

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman mendorong pemerintah agar mengambil langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Sebab, konflik yang memanas di Timur Tengah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, khususnya pada sektor energi, logistik, serta rantai pasok bahan baku industri dalam negeri.

"Selat Hormuz, merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur tersebut sehingga setiap gangguan di kawasan itu dapat memicu lonjakan harga energi internasional," kata Gandung dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026)

Baca juga: Kemenhaj Pastikan Harga Tiket Pesawat Haji Tak Naik Imbas Konflik Timur Tengah

Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah tersebut dapat memicu volatilitas harga energi global, gangguan pada jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri.

Kondisi ini, kata Gandung, dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Kita harus pikirkan langkah strategis bersama dengan pemerintah dalam menyikapi hal ini," imbuh dia.

Dia mengatakan, kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global dan permintaan pasar internasional.

Oleh karenanya, jika ada kenaikan harga energi global, hal ini akan berdampak langsung pada industri manufaktur yang sebagian besarnya menggunakan energi sebagai komponen biaya produksi utama.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Ciptakan Krisis, Qodari: Kita Aman, Prabowo Sangat Visioner

"Industri seperti petrokimia, logam dasar, semen, pupuk, serta berbagai subsektor industri pengolahan lainnya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi," tuturnya.

Sebagai informasi, perang di Timur Tengah memanas usai Iran menjadi sasaran serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Iran pun menutup akses jalur di Selat Hormuz yang merupakan jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Adapun serangan terjadi imbas pembicaraan terkait nuklir yang digelar di Jenewa, Swiss antara AS dan Iran mengalami kebuntuan.

Israel menjadi pihak yang pertama kali mengonfirmasi bahwa negaranya resmi menyerang Iran.

Baca juga: Prabowo Bertemu Luhut Bahas Dampak Konflik Timur Tengah

Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Negeri Paman Sam bergabung dengan Israel serang Iran.

Perang Israel dan Amerika dengan Iran ditandai dengan misil-misil yang menghujani langit Teheran.

Beberapa roket mengenai sejumlah titik vital, salah satunya kediaman di lingkungan Narmak, Teheran, tempat mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad tinggal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Iran pun langsung membalas serangan Israel dan AS dengan menembakkan sejumlah misil ke lokasi yang terkait dengan operasi militer AS.

Beberapa pangkalan udara AS yang diserang adalah Al Udeid di Qatar, Pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Beri 150 Motor ke 3 Polda Terdampak Bencana Jelang Operasi Ketupat 2026
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Asa Para Pedagang di Bandung di Balik Warna-Warni Busana Lebaran
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Prasasti Peringatkan Defisit APBN Berpotensi Tembus 3% di Tengah Gejolak Global
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pakai Rompi Tahanan KPK, Yaqut Klaim Gak Bersalah: Semata-mata untuk Jemaah!
• 6 jam laludisway.id
thumb
KPK Yakin Gus Yaqut Penuhi Panggilan Hari Ini
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.