Grid.ID - Kartika Putri sempat menghilang dari media sosial dalam kurun waktu cukup lama. Suaminya, Habib Usman bin Yahya, mengungkap bahwa keputusan tersebut diambil langsung oleh Kartika sendiri.
Habib Usman menjelaskan bahwa sang istri memilih untuk menjauh dari media sosial demi menenangkan diri. Masa vakum tersebut berlangsung kurang lebih selama satu tahun.
“Berniqab adalah keinginan Kartika sendiri dan tidak bermedia sosial juga keinginan Kartika. Dia mau menenangkan diri dulu kurang lebih satu tahun,” ujar Habib Usman dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, setelah melewati masa tersebut, Kartika akhirnya merasa siap untuk kembali muncul di hadapan publik. Ia pun mulai kembali aktif berbagi kegiatan melalui media sosial.
Habib Usman mengatakan kemunculan pertama Kartika setelah vakum terjadi dalam sebuah podcast bertema Ramadan. Dalam kesempatan itu, Kartika tampil bersama dirinya untuk berbagi pengalaman spiritual.
“Pertama kali muncul itu di podcast Hikmah Ramadan bareng saya. Setelah itu juga muncul di majelis taklim saya di Cisarua, Puncak, Bogor,” kata Habib Usman.
Ia menyebut kehadiran Kartika di berbagai kegiatan tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman dan kebaikan kepada masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa sang istri tidak bermaksud berdakwah.
“Intinya Kartika hanya sharing, menyampaikan kebaikan dan mengajak orang untuk lebih dekat kepada Allah,” ujarnya.
Habib Usman juga menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir Kartika cukup serius mempelajari ilmu agama. Ia bahkan telah mengikuti berbagai kegiatan pengajian yang dipimpinnya.
“Saya sudah mengajarkan beliau kurang lebih tujuh sampai delapan tahun. Kartika juga sering ikut dalam berbagai kegiatan majelis,” jelasnya.
Meski demikian, Habib Usman menegaskan bahwa istrinya bukan seorang ustazah. Ia menilai perjalanan untuk menjadi seorang pendakwah masih sangat panjang.
“Kartika bukan ustazah, hanya sharing. Belajar tujuh atau delapan tahun belum bisa disebut ustazah,” tuturnya.
Menurut Habib Usman, seseorang yang ingin menjadi ustaz atau ustazah harus menempuh proses belajar yang lebih lama. Berbagai disiplin ilmu agama perlu dipahami secara mendalam.
Ia menyebut ilmu yang harus dipelajari antara lain fiqih, tauhid, hadis, hingga ilmu bahasa Arab seperti nahwu dan sharaf. Proses tersebut membutuhkan waktu panjang agar seseorang benar-benar memahami ajaran agama.
Karena itu, ia berharap Kartika tetap memposisikan dirinya sebagai pembelajar yang berbagi pengalaman. Dengan begitu, pesan yang disampaikan di media sosial tetap bersifat positif dan bermanfaat.
Habib Usman juga menilai kembalinya Kartika ke media sosial bisa menjadi sarana untuk menyebarkan pesan kebaikan kepada para pengikutnya. Saat ini, Kartika diketahui memiliki jutaan pengikut di platform tersebut.
Ia berharap berbagai unggahan Kartika nantinya dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat. Terutama dalam mengajak orang untuk menjalani kehidupan yang lebih dekat dengan nilai-nilai agama. (*)
Artikel Asli




