Moskow (ANTARA) - Pencabutan pembatasan oleh Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang transit, demikian menurut pejabat Rusia, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan Kirill Dmitriev selaku kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dan utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).
"Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent mengumumkan bahwa pihaknya tidak hanya melonggarkan pembatasan atas pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut seluruh pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang sedang dalam transit," kata Dmitriev dalam unggahannya di Telegram.
Baca juga: Putin: Rusia tingkatkan pasokan minyak dan gas ke mitra andal
Dmitriev menambahkan bahwa di tengah meningkatnya krisis energi global, pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan produk energi Rusia tampaknya semakin tidak terhindarkan.
Menurut dia, kebijakan tersebut kemungkinan tetap menghadapi penolakan dari sebagian kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai "birokrasi Brussel".
Dmitirev juga mengatakan bahwa dengan pencabutan pembatasan terhadap minyak Rusia, Amerika mengakui pasar energi global sulit tetap stabil tanpa pasokan dari Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel
Pernyataan itu disampaikan Kirill Dmitriev selaku kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dan utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).
"Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent mengumumkan bahwa pihaknya tidak hanya melonggarkan pembatasan atas pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut seluruh pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang sedang dalam transit," kata Dmitriev dalam unggahannya di Telegram.
Baca juga: Putin: Rusia tingkatkan pasokan minyak dan gas ke mitra andal
Dmitriev menambahkan bahwa di tengah meningkatnya krisis energi global, pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan produk energi Rusia tampaknya semakin tidak terhindarkan.
Menurut dia, kebijakan tersebut kemungkinan tetap menghadapi penolakan dari sebagian kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai "birokrasi Brussel".
Dmitirev juga mengatakan bahwa dengan pencabutan pembatasan terhadap minyak Rusia, Amerika mengakui pasar energi global sulit tetap stabil tanpa pasokan dari Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel





