Penghasilan Seret, Driver Ojol Ikut Program Mudik Gratis untuk Pulang Kampung

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengaku terbantu dengan adanya program mudik gratis yang diselenggarakan aplikator di tengah pendapatan yang sedang menurun.

Salah satunya Eko (47), warga Jakarta Utara, yang akan mudik ke Semarang bersama anak dan istrinya pada 16 Maret 2026.

“Soalnya pendapatan sehari-hari memang lagi turun. Kadang cuma Rp 180.000 atau Rp 150.000. Kalau hujan segitu. Kalau lagi panas seperti sekarang masih bisa Rp 200.000 lebih, tapi itu masih kotor,” kata Eko di Terminal Pulogebang, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Aplikator Respons Isu “Krisis Ojol”, Permintaan Layanan Naik saat Ramadhan

Pendapatan yang Eko terima saat ini berbeda jauh dibandingkan ketika pertama kali bergabung sebagai pengemudi ojol pada 2017.

Saat itu, ia masih bisa membawa pulang lebih dari Rp 250.000 per hari.

"Dari 2017 pahit getirnya berasa, apa lagi ada hemat itu, yang paling parah sudah, jemputannya jauh, bisa 2 kilometer, 3 kilometer tapi argo kadang Rp10.000, Rp12.000 yang hemat itu," tutur Eko.

Oleh karena itu, menjelang waktu berbuka puasa ia memilih off-bid atau tidak menerima pesanan.

Menurut dia, kondisi jalan yang macet serta selisih tarif yang kecil membuat pekerjaannya semakin berat.

"Akhirnya customer-nya yang teriak banyak yang off, apalagi kalau jam segitu (berbuka) pesannya Go-Food, ya sudah menyiksa," tutur dia.

Hal serupa disampaikan pengemudi ojol lainnya, Dado (52). Ia mengaku terbantu dengan program mudik gratis yang disediakan aplikator.

"Iya enggak pulang tahun lalu, pas-pasan (pendapatan) selama ini driver Gojek-nya kayak kita, sehari dapat Rp 100.000 aja untung, udah alhamdulillah gitu," kata Dado saat ditemui di terminal Pulogebang, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Waspada, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jakarta Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Penghasilannya saat ini jauh berbeda dibandingkan ketika awal bergabung sebagai pengemudi ojol pada 2017. Saat itu, ia masih bisa memperoleh sekitar Rp 300.000 per hari.

"Kalau sekarang saya diselingi jadi keamanan di lingkungan jadi ya alhamdulilah masih bisa nutup," katanya.

Sebelumnya, ribuan pengemudi ojek online mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan oleh aplikator.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari pantauan Kompas.com, sekitar 4.000 pengemudi ojek online akan diberangkatkan menuju sejumlah daerah tujuan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera, seperti Kuningan, Semarang, Surabaya, Lampung, dan Palembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Relasi Guru–Orangtua Berubah, Perlu Penyesuaian
• 5 jam lalukompas.id
thumb
623 Personel Amankan Arus Mudik Sulawesi Utara
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Pakai Rompi Oren, Eks Menag Yaqut Langsung Dibawa Menuju Rutan KPK | KOMPAS MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Ciri Sugar Face yang Tak Banyak Disadari
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jokowi Maafkan Rismon Sianipar: Urusan RJ Saya Serahkan ke Kuasa Hukum
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.