JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti forensik digital, Rismon Sianipar menyatakan bahwa hasil penelitian terbarunya menunjukkan tidak ada kejanggalan pada ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Penegasan ini disampaikan Rismon usai melakukan kajian mendalam terkait tudingan ijazah Jokowi yang awalnya disebut palsu.
"Iya, asli. Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, Truth hurts, kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan, kalau saya enggak mau mengungkapkannya," kata Rismon usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Bahkan, Rismon juga akan melakukan penebusan dosa untuk dengan menuliskan hasil temuannya ke dalam buku.
Baca juga: Sambil Rangkul Rismon Sianipar, Gibran: Pokoknya Kita Saudara, Sudah Enggak Ada Apa-apa Lagi...
"(Tahun) 2026 semoga bisa selesai. Saya katakan tadi kepada Mas Wapres, penebusan saya atas semua hiruk-pikuk ini, baik disebabkan oleh saya maupun yang lain, itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo," tuturnya.
Sebagai informasi, Rismon merupakan salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah Jokowi palsu.
Rismon turut dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE tentang menghapus atau menyembunyikan, serta memanipulasi dokumen elektronik.
Namun, belakangan Rismon mengungkap kajian terbaru yang dilakukannya.
Kajian baru itu menyatakan ijazah Jokowi asli.
"Dua tiga bulan ini saya kaji lebih lanjut, lebih saksama, dan setelah saya temukan sekitar dua minggu ini, final. Maka saya memutuskan saya harus ungkapkan ke publik," tegasnya.
Baca juga: Momen Gibran Rangkul dan Beri Hampers Lebaran untuk Rismon Sianipar
Dengan adanya temuan baru ini, Rismon mengaku mendapat banyak hujatan.
Ada sejumlah pihak menyebutnya sebagai pengkhianat.
Namun, ia tidak peduli.
Rismon kekeh akan mengungkap kebenaran tersebut.
"Yang penting saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi, dengan uji coba yang sudah saya lakukan tiga bulan ini dan akan saya tuliskan dalam buku," tegasnya.
Baca juga: Rismon Sianipar Temui Gibran di Istana Wapres
Rismon minta maafSebelumnya, Rismon juga meminta maaf kepada Jokowi atas tudingannya soal ijazah palsu.
Peneliti forensik digital itu bahkan menemui Jokowi langsung di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026) sore.
Setibanya di lokasi, Rismon langsung masuk ke dalam rumah Jokowi.
Sebelum bertandang ke rumah Jokowi hari ini, Rismon sempat mengajukan permohonan restorative justice (RJ) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




