Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) terus berupaya memperkuat jaringan pipa distribusi gas bumi yang selama 3 tahun terakhir terus bertumbuh, sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperluas akses energi bersih.
Selaku Sub Holding Gas Pertamina, emiten gas berkode saham PGAS yang mengelola lebih dari 95% infrastruktur gas bumi nasional itu berhasil menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi sepanjang 2025.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyebut, pertumbuhan jaringan pipa gas bumi ini mendorong PGN untuk memperkuat integrasi jaringan pipa dengan infrastruktur non pipa guna memastikan layanan gas bumi semakin luas, andal, dan menjangkau berbagai kalangan masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi PGN menghadapi peningkatan kebutuhan energi domestik sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.
“Integrasi jaringan pipa dan non pipa akan terus dilanjutkan PGN untuk menjangkau wilayah baru sekaligus meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan. Penguatan infrastruktur sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan meningkatkan daya saing nasional,” kata Fajriyah, Kamis (12/3/2026) malam.
Penguatan infrastruktur dilakukan secara terintegrasi bersama entitas anak usaha PGN, antara lain Pertagas, PGN LNG Indonesia, Gagas Energi Indonesia, serta Nusantara Regas.
Sinergi ini memungkinkan optimalisasi layanan mulai dari rumah tangga, UMKM, industri, transportasi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit dan fasilitas sosial.
“Pengelolaan infrastruktur gas bumi memiliki risiko tinggi, sehingga integrasi teknologi dan penerapan standar keselamatan menjadi prioritas utama. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan terintegrasi, PGN optimistis dapat terus memperluas akses gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” kata Fajriyah.
Adapun, sepanjang 2025 PGN telah menyalurkan gas bumi sebesar 836 billion British thermal unit per day (BBtud) di berbagai segmen pelanggan, seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi lebih dari 830.300 pelanggan.
Itu sebabnya, integrasi infrastruktur pipa dan non pipa dinilai menjadi pondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi serta memperluas jangkauan layanan ke berbagai wilayah dan segmen pelanggan.
Untuk 2026, Fajriyah mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi fase strategis bagi perusahaan dalam mengoptimalkan infrastruktur terintegrasi. Hal ini juga untuk memperkuat jaringan pipa distribusi gas bumi PGN yang selama 3 tahun terakhir terus bertumbuh.
Di sisi lain, PGN memasuki 2026 dengan posisi yang lebih solid karena selama tahun 2025 perseroan telah melakukan penguatan landasan yaitu dengan memastikan aspek HSSE yang kokoh, operasi yang andal, keuangan yang sehat, pengelolaan risiko yang prudent serta tata kelola yang disiplin.
Fajriyah menyebut, secara fundamental bisnis inti PGN di midstream dan downstream juga tetap kuat, kinerja operasional dan keuangan tetap menunjukkan ketahanan yang baik, dengan pendapatan meningkat dan arus kas operasional tetap positif.





