Istri Mendiang Pimpinan Tertinggi Iran, Ali Khamenei Dilaporkan Masih Hidup

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Iran, VIVA –Istri mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, dilaporkan masih hidup. Kabar ini sekaligus menepis pemberitaan yang menyebut Mansoureh meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Seperti dikabarkan beberapa waktu lalu oleh media setempat, selain Ali Khamenei sejumlah anggota keluarganya seperti menantu perempuan, menantu laki-laki, anak perempuan dan seorang cucunya tewas dalam serangan tersebut.

Baca Juga :
Survei: Separuh Warga AS Salahkan Trump Imbas Kenaikan Harga BBM
Soal Kematian Ayahnya Ali Khamenei, Mojtaba: Iran Akan Balas dengan Kekuatan Penuh!

Konfirmasi tentang kabar yang menyebut istri mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini masih hidup diumukan oleh kantor berita Fars. Kantor berita yang berafiliasi dengan Kors Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis 12 Maret menyatakan bahwa kabar yang menyebut Mansoureh meninggal dunia tidak benar.

Melansir laman Hindustan Times, Jumat 13 Maret 2026, pernyataan ini muncul setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, tidak menyinggung kabar kematian ibunya dalam pernyataan pertamanya pada Kamis.

Seperti diketahui, sosok Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh selama ini memang dikenal jarang tampil di hadapan publik dan menjadi salah satu anggota keluarga penguasa Iran yang paling tertutup.

Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas kematian para “syuhada” Iran

Dalam pidato publik pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei berjanji akan membalas kematian warga Iran yang tewas dalam perang yang sedang berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, termasuk anak-anak yang menjadi korban serangan di sekolah Minab.

Dalam pernyataannya yang dibacakan oleh seorang pembawa berita di televisi pemerintah, Mojtaba juga menjelaskan sikap Teheran terkait perang tersebut. Ia menyerukan agar penutupan Selat Hormuz dimanfaatkan sebagai alat tekanan terhadap pihak yang ia sebut sebagai musuh.

Di tengah meningkatnya krisis energi global akibat perang yang masih berlangsung dan penutupan Selat Hormuz, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa beberapa kapal masih dapat melintasi jalur tersebut, tetapi harus berkoordinasi dengan angkatan laut Iran.

“Setelah peristiwa yang terjadi saat ini, pada dasarnya kita tidak bisa kembali ke kondisi sebelum 28 Februari (awal perang Iran saat ini)... karena kita kini memahami betapa pentingnya keamanan Selat Hormuz, dan pihak lain pun menyadari hal yang sama,” kata juru bicara tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Baca Juga :
Bela Iran soal Program Nuklir, China-Rusia Bentrok dengan AS di DK PBB
Pesawat Tanker AS Jatuh saat Operasi Militer di Iran, Bantah Dirudal Musuh
Iran Gempur Pangkalan Militer dan Markas Badan Keamanan Israel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Lebaran Dua Pekan, Komdigi Prediksi Lonjakan Trafik Komunikasi Capai 40%
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Titik Rawan Banjir dan Longsor di Kudus Masa Mudik Lebaran 2026
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Mengulas Filosofi Jersey Baru Timnas Indonesia: Sentuhan Batik Modern Berpadu Legacy Kelme 1999
• 21 jam lalubola.com
thumb
Netanyahu dan Sekutunya akan Terus Lancarkan Serangan hingga Rezim Iran Runtuh! | KOMPAS PETANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kubu Lee Kah Hin Merasa Diuntungkan Pendapat Ahli dari Polisi
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.