Rismon tegaskan ijazah Jokowi-Gibran asli, akan rilis buku antitesis

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Peneliti dan ahli digital forensik Rismon Sianipar menegaskan keaslian ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui buku antitesis yang sedang ditulis dan akan dipublikasi.

Polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran yang sebelumnya dituding palsu melalui dua bukunya berjudul "Jokowi's White Paper" dan "Gibran End Game", kini dibantah Rismon setelah melakukan kajian lebih lanjut dan seksama.

Hal itu pun disampaikan Rismon setelah menemui Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

"Iya, asli. Karena apa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, 'truth hurts'. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” kata Rismon kepada awak media di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan kajian lebih lanjut selama tiga bulan terakhir, Rismon menemukan fakta keaslian ijazah Jokowi, yakni adanya "watermarks" dan emboss fitur-fitur lainnya dalam dokumen itu menunjukkan konsistensi dengan membandingkan foto ijazah yang diunggah milik Dian Sandi Utama.

Ia mengakui penemuan jejak stempel yang tidak terlihat pada foto ijazah didapatkan dengan memasukkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya dan konklusi dari jenis lensa dalam rekonstruksi pada penelitian terbaru.

"Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya," kata Rismon.

Untuk membantah tudingan ijazah palsu dalam dua buku yang ditulisnya, Rismon menyampaikan pada Gibran bahwa dirinya akan menulis buku antitesis dari "Jokowi's White Paper" dan "Gibran End Game".

"Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi's White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige. Saya akan mempublikasikannya," katanya.

Ia menambahkan penulisan buku tersebut setidaknya memakan waktu enam bulan, sehingga diharapkan dapat dipublikasi pada tahun ini.

Baca juga: Gibran peluk Rismon di Istana usai minta maaf: Kita ini saudaraan

Baca juga: Tak hanya Habib Ali Habsyi, Gibran juga temui Habib Jindan di Banten


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perumda Musi Jamin Pasokan Air Selama Lebaran
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
InJourney Airports Berbagi Kasih Lewat Safari Ramadan di Berbagai Kota
• 19 jam laludetik.com
thumb
Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
INDEF: Penyesuaian Nisab Zakat Penting di Tengah Kenaikan Harga Emas
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenhub Targetkan Jumlah Pemudik Motor Berkurang hingga 24 Ribu Orang Lewat Program Motis
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.