Sultan HB X di HUT ke-271 DIY: Jogja Harus Tetap Tentram, Adil, Bermartabat

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Jadi ke-271 DIY pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD DIY, Jumat (13/3). Pidato tersebut disaksikan pimpinan dan anggota DPRD DIY serta Forkopimda DIY.

Dalam pidatonya, Sultan HB X menyampaikan bahwa peringatan hari jadi harus dimaknai sebagai momentum untuk merawat Daerah Istimewa Yogyakarta agar tetap menjadi ruang kehidupan yang tentram, adil, dan bermartabat bagi masyarakatnya.

“Momentum Hari Jadi, hendaknya kita maknai sebagai panggilan batin, untuk terus merawat DIY. Harapannya senantiasa menjadi ruang kehidupan yang tentram, adil, dan bermartabat, dengan memadukan keluhuran tradisi dengan dinamika perubahan, serta menghadirkan tata pemerintahan yang berpijak pada nilai-nilai kebijaksanaan, dan keberpihakan kepada rakyat,” kata Sultan dalam pidatonya, Jumat (13/3).

Sultan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di DIY. Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga legislatif, serta berbagai sektor lainnya.

“Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta, nilai ‘jantraning laku’ juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat di antara seluruh unsur: antara pemerintah dan masyarakat, antara eksekutif dan legislatif, serta sinergi lintas sektor dalam semangat multi helix, baik secara vertikal maupun horizontal,” ujarnya.

Dalam pidato tersebut, Sultan juga menjelaskan dasar historis penetapan 13 Maret sebagai Hari Jadi DIY. Tanggal itu merujuk pada peristiwa berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Mangkubumi.

Menurut Sultan, peristiwa tersebut menandai deklarasi berdirinya pemerintahan baru sekaligus tekad untuk membangun tatanan peradaban di Yogyakarta.

“Momentum 13 Maret 1755, juga menandai puncak tekad kemerdekaan, yang digelorakan oleh Pangeran Mangkubumi, dalam upaya melepaskan diri dari hegemoni kolonialisme Belanda, dan membangun sebuah tatanan peradaban baru, yang bernama Ngayogyakarta Hadiningrat,” kata Sultan HB X.

“Dirgahayulah Daerah Istimewa Yogyakarta, beserta segenap rakyatnya,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Darurat Ruang Digital: Regulasi Baru Media Sosial untuk Anak
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komnas Perempuan: Laporan Kekerasan Meningkat 14 Persen di 2025, Capai 376 Ribu
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Stok Pangan Nasional Aman, Polri Minta Masyarakat Tak Panic Buying
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Kabar Gembira! PPPK Kini Bisa Ajukan Cuti Haji, Simak Aturan dan Prosedur Lengkapnya
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Dubes Palestina: Iran Mampu Kalahkan Israel
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.