Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlangsung selama libur Lebaran. Layanan ini ditujukan khusus untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Menurut Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, keberlanjutan program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi di tengah liburan panjang, dimana ketersediaan makanan yang bergizi sangat penting bagi kesehatan ibu dan anak.
“Untuk (MBG) ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan meskipun sekolah libur,” ujar Sonny Sonjaya pada Senin (9/3).
Sementara, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa keputusan untuk meneruskan MBG bagi kelompok ini merupakan langkah strategis untuk mencegah gangguan pada pemenuhan gizi selama masa libur.
Pengiriman program MBG akan berlangsung hingga 17 Maret dan dilanjutkan kembali pada 31 Maret.
"Pengiriman MBG terakhir 17 Maret dan dimulai lagi 31 Maret," ujar Dadan memastikan MBG untuk siswa sekolah, dilansir dari Detik, Jumat (13/3).
Meskipun layanan untuk siswa sekolah dihentikan sementara, BGN tetap berkomitmen untuk menjamin pemenuhan gizi bagi ibu hamil, balita, dan ibu menyusui agar tidak terganggu.
Dalam konteks ini, BGN menyadari pentingnya dukungan gizi bagi ibu menyusui untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi terbaik sejak lahir. Melalui program ini, diharapkan kesehatan ibu dan anak dapat terjaga walaupun dalam suasana liburan yang biasanya lebih santai.
Mekanisme Penyaluran MBG Selama Libur Jadwal Pengiriman dan DistribusiPenyaluran MBG akan dilakukan secara terjadwal, dimana pengiriman terakhir sebelum liburan dilakukan pada 17 Maret, dan distribusi akan kembali normal mulai 31 Maret. Ini menandakan bahwa meskipun ada jeda untuk siswa sekolah, bagi ibu hamil dan balita, pasokan MBG akan tetap tersedia. Hal ini menunjukkan komitmen BGN untuk memastikan akses gizi yang konsisten pada kelompok yang paling memerlukan.
Penanganan untuk Kelompok RentanPenanganan yang berbeda ditetapkan untuk kelompok rentan selama liburan Lebaran. BGN berfokus pada penyaluran makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita sementara distribusi untuk siswa dihentikan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya mengutamakan kepatuhan pada jadwal, tetapi juga kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok.
Kembali ke Normal Setelah LebaranSetelah libur Lebaran berakhir, BGN memastikan bahwa penyaluran kepada siswa akan kembali ke kondisi normal, sehingga memastikan bahwa semua kelompok penerima manfaat mendapatkan akses terhadap pangan bergizi secara berkelanjutan. Dengan langkah ini, BGN berkomitmen untuk mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh, terutama di masa-masa transisi setelah libur yang panjang.




