BMKG Perkirakan Hujan Intensitas Sedang Masih Berpotensi Terjadi

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAROS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan masih akan terjadi selama masa arus mudik lebaran di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Berdasarkan prakiraan Dasarian II dan Dasarian III, potensi hujan masih berada pada intensitas sedang.

Hal itu dijelaskan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, saat ditemui di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin usai pembukaan posko angkutan udara.

Dia mengatakan potensi hujan dengan intensitas sedang itu terjadi selama masa posko dari tanggal 13 sampai 30 Maret 2026.

“Berdasarkan prakiraan, Dasarian II dan Dasarian III, potensi hujan masih berada pada intensitas sedang, yaitu antara 70 mm hingga 100 mm dalam kurun waktu 10 harian,” jelasnya.

Namun, kata dia, dari sisi dinamika hariannya, intensitasnya sudah berkurang dibandingkan Januari dan Februari lalu.

“Tetap ada potensi hujan lebat yang kadang disertai petir dan angin kencang. Terutama pada sore hingga malam hari, sekitar waktu ashar sampai magrib. Dini hari pun bisa berpotensi lagi,” katanya.

​Mengganggu atau tidaknya penerbangan, dia menyebut hal itu tergantung kondisi pada saat itu.

“Ya jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari setengah jam dan mengganggu visibility atau jarak pandang, maka itu akan berpengaruh,” ungkapnya.

Dia menyebut indikasi gangguan saat take-off maupun landing adalah jika jarak pandang kurang dari satu kilometer.

“Potensi itu kadang-kadang ada, terutama pada sore menjelang malam saat hujan lebat,”sebutnya.

Dia mengatakan kecepatan angin dianggap membahayakan untuk penerbangan jika di atas 20 knot.

“Jika di atas 20 knot, itu kategorinya sudah kencang. Kalau di kilometer, sekitar 45 kilometer per jam itu sudah bisa mengganggu penerbangan. Apalagi kalau pesawat-pesawat kecil,” katanya.

Dia mengaku memiliki sistem Terminal Doppler Weather Radar (TDWR) atau juga windshear untuk mendeteksi angin.

“Jadi pada saat teman-teman BMKG mendeteksi itu, kami segera menginformasikan ke Air Traffic Control (ATC). Sehingga, bisa mengatur lalu lintas untuk tidak turun dulu pada saat ada angin kencang,” ungkapnya.

Dia menambahkan jika pihak maskapai penerbangan telah memiliki akses terhadap data dan informasi cuaca dari BMKG sebelum penerbangan dilakukan sehingga dapat mengantisipasi potensi gangguan.

“Kami terus menginformasikan kondisi cuaca kepada maskapai. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan, terutama karena saat ini sudah memasuki masa transisi dengan potensi hujan lebat sesaat dan angin kencang,” pungkasnya. (rin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Penyiraman Wakil Koordinator KontraS, Polisi Periksa 2 Saksi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Campak Meningkat di Jabar, Dinkes Ingatkan Warga Waspada Penularan Saat Mudik Lebaran
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa M5,3 Guncang Sintang Kalbar, Getaran Terasa hingga Sanggau dan Melawi
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
RUU PPRT Jadi Usul Inisiatif DPR, Puan Maharani: Semoga Menjaga Keharmonisan dan Kekeluargaan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pamor Persib Bandung Melejit hingga di Negeri Bundesliga! Perusahaan Jerman Dikabarkan Ingin Investasi Rp1,5 Triliun
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.