Cerita Warga Jakarta Mudik Lebih Awal: Ada yang War Tiket sampai Subuh

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Suasana Stasiun Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3) siang mulai padat ketika Sulistriani (38) menunggu kereta yang akan membawanya pulang ke kampung halaman di Kebumen, Jawa Tengah. Perempuan yang sudah enam tahun merantau di Jakarta itu memilih mudik lebih awal tahun ini.

Alasannya sederhana: menghindari kepadatan jelang puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada 14 hingga 15 Maret 2026.

"Biar enggak macet tentunya. Terus kemarin juga nyari keretanya, dapatnya tanggal ini, tanggal 13," kata Sulis kepada kumparan.

Tiket Habis, Cari Alternatif hingga Bayar Dua Kali Lipat

Sulis mudik bersama suami dan kedua anaknya. Namun mendapatkan tiket bukan perkara mudah — tiket di aplikasi resmi KAI Access sudah habis lebih dulu. Mereka akhirnya menemukan tiket kereta tambahan melalui aplikasi belanja daring.

"Kalau di KAI Access udah habis, udah penuh semua. Terus kita nyari di platform lain, kebetulan pas dapat," ujarnya.

Harga tiket pun melonjak. Sulis menyebut tarif kereta ekonomi tambahan hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

"Dua kali lipatnya kayaknya sih. Biasanya yang ekonomi tambahan aja udah Rp 480 (ribu)," katanya.

Untuk empat anggota keluarga, ia harus mengeluarkan lebih dari Rp 1,6 juta hanya untuk tiket berangkat. Sementara tiket pulang pada 24 Maret belum berhasil didapat.

"Yang tanggal balik itu udah habis dari setengah bulan lalu," ujar Sulis.

War Tiket sampai Subuh

Bagi Sulis, berburu tiket mudik bukan pengalaman baru. Ia mengaku pernah memantau aplikasi dari tengah malam hingga subuh demi mendapatkan kursi kereta.

"Biasanya kita jarang banget dapat pas Lebaran. Susah juga, kadang sampai dari tengah malam sampai subuh kita nyari. Sampai enggak dapat juga pernah," tuturnya.

Sering kali proses pemesanan gagal di tengah jalan. Setelah mengisi data penumpang, sistem justru menampilkan tiket sudah habis.

"Biasanya kita loading lama banget. Habis kita udah input data, udah habis. Udah keluar lagi gitu," ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berusaha pulang setiap Lebaran, karena satu alasan yang tak tergantikan.

"Masih ada orang tua juga. Insyaallah kalau bisa pulang, harus pulang," kata Sulis.

Gagal Ikut Mudik Gratis, Tiket Biasa Jadi Pilihan

Cerita serupa datang dari Dwi Cahyaningsih (50). Ibu rumah tangga ini juga berangkat lebih awal menuju Purworejo bersama anak-anaknya — bukan karena sengaja menghindari puncak arus mudik, melainkan karena tiket hanya tersedia untuk tanggal tersebut.

"Karena dapat tiketnya hari ini. Yang tanggal ke depannya udah pada full," kata Dwi.

Sebelumnya, Dwi sempat mencoba berbagai program mudik gratis dari sejumlah BUMN, namun tak satu pun berhasil.

"Saya nyobain yang mudik gratis itu. Kan dari semua BUMN ada, tapi enggak satupun yang nyangkut," ujarnya.

Ia hanya bisa membuka tautan pendaftaran, tetapi gagal melanjutkan ke tahap pemilihan kursi dan tujuan. Akhirnya ia memilih membeli tiket kereta biasa seharga sekitar Rp 300 ribu.

Pulang karena Tradisi dan Rindu Suasana Kampung

Bagi Dwi, mudik adalah tradisi yang hampir selalu dilakukan setiap tahun sejak ia merantau ke Jakarta pada 2005. Selain Lebaran, ia juga kerap pulang saat liburan sekolah.

Namun yang paling ia rindukan dari kampung halaman ternyata bukan sekadar keluarga.

"Sebenernya makanannya sih. Kita makan apa aja enak," katanya sambil tertawa.

Ia menilai bukan semata rasa makanan yang berbeda, melainkan suasana kampung yang membuat segalanya terasa lebih istimewa.

"Mungkin karena suasana aja," pungkas Dwi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Timur Tengah Memanas! Iran Ajukan Syarat Akhiri Perang As-Israel
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Jateng bersama Bulog siap intervensi harga kebutuhan pokok
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
6 Aplikasi untuk Membeli Saham NVIDIA dan Apple di 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Beda dari STY dan Kluivert, Alasan John Herdman Panggil 41 Pemain ke Timnas Indonesia
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Kadisdag Makassar: Pasar Murah Digelar di Dua Kecamatan untuk Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.