Netanyahu Cibir Mojtaba Khamenei Tak Berani Muncuk ke Publik, Sebut "Boneka IRGC"

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim negaranya kini “lebih kuat dari sebelumnya” setelah hampir dua pekan bersama United States melancarkan serangan terhadap Iran. Menurutnya, Teheran telah menerima pukulan berat sejak operasi militer dimulai.

Dalam konferensi pers pada Kamis, Netanyahu mengatakan serangan Israel menewaskan ilmuwan nuklir terkemuka Iran serta menyebabkan kerusakan besar pada Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan pasukan Basij.

Baca Juga :
Netanyahu Sebut Israel Jadi Lebih Kuat dari Sebelumnya Pasca Perang Lawan Iran
Kelompok Perlawanan Islam Irak Klaim Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS KC-135

"Iran bukan lagi Iran yang sama," kata Netanyahu. Ia mengklaim serangan yang dimulai pada 28 Februari telah mencegah Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke fasilitas bawah tanah.

Ketika ditanya mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, serta pemimpin Hezbollah Naim Qassem, Netanyahu menyindir dengan mengatakan ia tidak akan memberikan "asuransi jiwa" kepada kedua tokoh tersebut.

Ia juga melontarkan kritik tajam kepada Mojtaba Khamenei dengan menyebutnya sebagai "boneka Garda Revolusi". Netanyahu menuding pemimpin Iran itu bahkan tidak bisa tampil di depan publik setelah pernyataan terakhirnya hanya dibacakan di televisi pemerintah oleh seorang pembawa berita.

Netanyahu kemudian menyapa warga Iran yang turun ke jalan memprotes pemerintah mereka, termasuk demonstrasi pada Januari lalu. "Kami berdiri di sisi Anda," katanya.

"Tetapi pada akhirnya ini terserah Anda, ini ada di tangan Anda," tambahnya.

Pernyataan itu sejalan dengan seruan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mendesak rakyat Iran untuk bangkit menggulingkan pemerintah mereka, dengan mengatakan bahwa “kebebasan mereka sudah dekat”.

Netanyahu juga mengatakan perang melawan Iran membuka peluang bagi Israel membangun aliansi baru di kawasan. "Ini tidak mungkin terjadi di masa lalu, tetapi sekarang kami melakukan yang terbaik," ujarnya.

Di sisi lain, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk yang memaksa beberapa terminal minyak menghentikan operasi dan mengguncang citra keamanan kawasan.

Teheran membela serangan tersebut dengan mengatakan bahwa targetnya hanya aset militer AS. Namun negara-negara tetangga menyatakan serangan itu merusak kepercayaan di kawasan.

Pada Rabu, United Nations Security Council mengadopsi rancangan resolusi yang disponsori oleh Gulf Cooperation Council (GCC) yang mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania, serta menuntut Teheran segera menghentikan permusuhan.

Baca Juga :
Netanyahu Klaim Ilmuwan Nuklir Senior Top Iran Tewas dalam Serangan Israel
Kapal Induk Terbesar AS Kebakaran di Tengah Perang Iran, Dua Personil Luka-luka
Istri Mendiang Pimpinan Tertinggi Iran, Ali Khamenei Dilaporkan Masih Hidup

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ganjil Genap Tak Berlaku saat Periode Mudik Idul Fitri, Ini Penjelasannya
• 2 jam laludisway.id
thumb
Jejak Digital Cindy Rizap, Pernah Bagikan Cara Dapat Pacar yang Tak ‘Brengsek’
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalan Akses Perumahan Dipersoalkan, Ahli Waris Nimah Ara Ingatkan Pengembang Lymo House
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Waktu Adalah Nyawa: Lima Rahasia Pemimpin Sejati Mengelola Hari-harinya
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Tetapkan Zhejiang Weiming jadi Mitra Operator PSEL di Bogor Raya
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.