Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan perempuan dan anak perempuan memperoleh perlindungan serta kesempatan berpartisipasi secara setara dalam pembangunan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah Fauzi dalam acara peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh Farid Nila Moeloek Society dan Takeda Indonesia di Jakarta.
Ia mengatakan, "Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan perempuan harus dimulai dari pemenuhan hak-hak dasar, dilanjutkan dengan penegakan keadilan, dan diwujudkan melalui aksi nyata dalam kebijakan dan program pembangunan berkelanjutan".
Arifah menjelaskan bahwa kesetaraan gender merupakan salah satu prinsip penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kesetaraan gender berarti perempuan dan laki-laki memiliki hak, kesempatan, akses, partisipasi, serta kontrol yang setara terhadap sumber daya dan manfaat pembangunan.
Kesetaraan Gender Dukung Pembangunan NasionalArifah menyebut berbagai studi menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan memberikan dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pemberdayaan perempuan dinilai dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu pemberdayaan perempuan juga mampu memperkuat ketahanan keluarga.
Peningkatan peran perempuan juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan, "Dengan demikian, kesetaraan gender bukan hanya persoalan perempuan melainkan bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan".
Indeks Pembangunan Gender Indonesia MeningkatArifah menambahkan bahwa perempuan Indonesia kini menempati posisi yang semakin strategis seiring kemajuan di berbagai sektor pembangunan.
Dari sisi pembangunan manusia Indeks Pembangunan Gender Indonesia juga terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022 Indeks Pembangunan Gender tercatat sebesar 91,63.
Angka tersebut meningkat menjadi 91,85 pada tahun 2023.
Pada tahun 2024 Indeks Pembangunan Gender tetap berada pada angka 91,85.
Arifah Fauzi mengatakan, "Ini menandakan bahwa kesenjangan pembangunan antara perempuan dan laki-laki semakin menyempit, khususnya dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup".




