Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menari mengikuti lagu 'YMCA' setelah berpidato di Hebron, Kentucky, memicu perdebatan global.
  • Kritik muncul karena kontras antara tarian Trump dan situasi perang AS-Iran yang menyebabkan korban jiwa signifikan.
  • Media internasional, seperti LCI Prancis, menyoroti ketidakpedulian presiden di tengah konflik yang meningkat di Timur Tengah.

Suara.com - Di saat kawasan Timur Tengah membara akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sebuah video yang menunjukkan Presiden Donald Trump justru menjadi sorotan karena alasan yang sama sekali berbeda.

Trump tertangkap kamera asyik menari, sebuah gestur yang memicu perdebatan sengit dan kritikan tajam di panggung global.

Sebuah klip video yang memperlihatkan Trump melakukan joget khasnya, mengepalkan tangan mengikuti irama lagu disko 'YMCA' dari Village People menyebar dengan cepat di media sosial.

Para pengkritik langsung menyoroti kontras yang sangat mencolok antara sikap riang sang presiden dengan realitas perang yang telah merenggut nyawa prajurit AS dan ribuan korban di Iran.

Aksi menari yang dilakukan Trump setelah berpidato di Hebron, Kentucky, pekan ini sontak membelah opini publik.

Para pendukung setianya dari gerakan MAGA membanjiri media sosial dengan pujian, sementara pihak lain menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dan tidak menunjukkan empati.

Kritik paling keras datang dari media internasional. Sebuah segmen dari jaringan berita Prancis, La Chaine Info (LCI) menjadi viral karena menampilkan tayangan layar terbelah yang begitu kuat.

Sebagaimana dilaporkan oleh Mediaite, di satu sisi layar, LCI menunjukkan visual sebuah kapal tanker minyak yang terbakar, sementara di sisi lain, Trump terlihat ceria menari mengikuti alunan musik.

Gambaran visual ini dianggap sebagai rangkuman sempurna dari situasi yang ada yaitu seorang presiden yang tampak tidak peduli di tengah konflik yang baru saja ia mulai.

Baca Juga: Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas

Sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari, lebih dari 1.300 warga Iran dilaporkan tewas. Di pihak AS, tujuh personel militer tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Iran pun telah membalas, menyerang instalasi militer AS dan menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekacauan di pasar minyak dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi
• 10 menit lalusuara.com
thumb
Konflik Timur Tengah Memanas, Calon Jemaah Haji Indonesia Disebut Tetap Fokus Berangkat
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pangdam II/Tuanku Imam Bonjol Kunjungi Betara Gas Plant PetroChina
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Maaf! BBM Baru RI Tak Bisa Langsung Gaspol, Produsen Ungkap Alasannya
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polisi Sebut Andrie Yunus Masih Tahap Pemulihan, Belum Bisa Beri Informasi
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.