KOMPAS.TV - Pertamina terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, agar dua dari empat kapal Pertamina yang terjebak dapat keluar dari Selat Hormuz.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin pasokan bahan bakar minyak di dalam negeri. Pemerintah juga berencana mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara alternatif. Saat ini, dua dari empat kapal Pertamina masih terjebak di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pertamina mengungkapkan sebelumnya dua kapal lainnya, yakni Paragon dan Rinjani, telah keluar dari Selat Hormuz dan masing-masing mengarah ke Kenya dan India.
Pertamina terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kapal-kapal tersebut dapat kembali beroperasi.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, berencana mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara alternatif, di antaranya Amerika Serikat, Nigeria, Brasil, hingga Australia.
Meski jarak logistik menjadi tantangan, pemerintah akan mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP) dalam setiap transaksi.
Baca Juga: Keberangkatan Haji 2026 Terancam Imbas Perang? Ini Tiga Opsi Pemerintah | KOMPAS SIANG
#selathormuz #pertamina #kapal #minyak
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Tesalonika-Ajeng
Sumber : Kompas TV
- kapal minyak
- selat hormuz
- pertamina
- harga minyak
- breaking news
- bahlil





