Moskow (ANTARA) - Seorang tentara Prancis yang terluka dalam serangan drone di pangkalan militer di Irak telah meninggal, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (13/3).
Tentara itu dan lima rekannya terluka dalam serangan terhadap pangkalan militer di Provinsi Erbil, Irak.
"Staff Sergeant Arnaud Frion… gugur demi Prancis dalam serangan di dekat Erbil di Irak," kata Macron di platform X.
Ia mengatakan kehadiran pasukan Prancis di Irak sepenuhnya sesuai dengan perjanjian kontra-terorisme dan situasi di Iran tidak bisa membenarkan serangan semacam itu.
Iran terus menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan terhadap operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
Serangan hari pertama itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sedikitnya 165 murid sekolah putri.
Jumlah korban tewas di Negeri Para Mullah itu diperkirakan telah mencapai lebih dari 1.200 orang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Belanda kerahkan kapal perang ke Mediterania atas permintaan Prancis
Baca juga: Prancis siapkan misi "defensif" AL untuk buka kembali Selat Hormuz
Tentara itu dan lima rekannya terluka dalam serangan terhadap pangkalan militer di Provinsi Erbil, Irak.
"Staff Sergeant Arnaud Frion… gugur demi Prancis dalam serangan di dekat Erbil di Irak," kata Macron di platform X.
Ia mengatakan kehadiran pasukan Prancis di Irak sepenuhnya sesuai dengan perjanjian kontra-terorisme dan situasi di Iran tidak bisa membenarkan serangan semacam itu.
Iran terus menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan terhadap operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
Serangan hari pertama itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sedikitnya 165 murid sekolah putri.
Jumlah korban tewas di Negeri Para Mullah itu diperkirakan telah mencapai lebih dari 1.200 orang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Belanda kerahkan kapal perang ke Mediterania atas permintaan Prancis
Baca juga: Prancis siapkan misi "defensif" AL untuk buka kembali Selat Hormuz





