JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto meminta menteri Kabinet Merah Putih untuk memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN dan Bonus Hari Raya (BHR) pengemudi ojek online (ojol) jelang hari raya Idufitri 1447 H.
Saat memimpin sidang kabinet persiapan Lebaran 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Prabowo meminta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani memastikan penyaluran THR dan BHR.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut pengemudi ojol sebagai "pekerja sektor transportasi online" yang layak mendapatkan bonus hari raya.
"Pastikan tunjangan hari raya untuk semua ASN, pusat dan daerah, dilaksanakan tepat waktu. Juga, bonus hari raya untuk pekerja sektor transportasi online," kata Prabowo dalam siaran KompasTV, Jumat (13/3).
"Yakinkan bahwa yang kita tentukan harus sampai ke mereka, yaitu antara Rp400 ribu sampai dengan Rp1,6 juta per orang."
Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Polda Metro: Sedang Didalami
Prabowo pun mengaku bersyukur pemerintahannya bisa menganggarkan BHR untuk ojol. Prabowo mengeklaim pemerintahannya menjadi yang pertama memberikan bonus tersebut.
"Kita juga bersyukur bahwa baru di pemerintahan kita, pengemudi online mendapatkan bonus hari raya. Terima kasih," kata Prabowo.
Diberitakan KompasTV sebelumnya, pemerintah menyatakan anggaran BHR ojol pada 2026 mencapai Rp220 miliar. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bonus itu akan dibagikan kepada sekitar 850.000 pengemudi ojol.
Airlangga menyebut anggaran BHR pada tahun ini mencapai dua kali lipat. Menurutnya, dua aplikator besar di Indonesia, GoTo dan Grab mengalokaskan Rp100-110 miliar atau naik signifikan dibanding Rp50 miliar pada tahun lalu.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- sidang kabinet lebaran
- thr asn
- bhr ojol
- pengemudi ojol pekerja



