Jaga Produktivitas Petani, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Nonsubsidi di Indonesia Timur

terkini.id
8 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat ketersediaan pupuk komersial atau nonsubsidi di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Melalui berbagai program promosi bagi distributor dan kios ritel, perusahaan memastikan petani tetap memiliki akses terhadap pupuk berkualitas.

General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, mengatakan bahwa wilayah Indonesia Timur yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Oleh karena itu, ketersediaan pupuk, baik subsidi maupun nonsubsidi, harus terus dijaga agar petani dapat meningkatkan produktivitasnya.

“Selain pupuk subsidi, kami juga berupaya senantiasa memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di kios-kios. Tujuannya untuk memudahkan petani yang tidak tercatat sebagai penerima subsidi dalam mendapatkan pupuk.

Dengan kemudahan akses ini produktivitas pertanian dapat terjaga, dan swasembada pangan pun dapat dilanjutkan,” ujar Wisnu di Makassar, Rabu (11/3/2026).

Menurut Wisnu, untuk memperkuat distribusi sekaligus menjaga ketersediaan pupuk nonsubsidi di kawasan tersebut, Pupuk Indonesia menggulirkan sejumlah program promosi. Program tersebut antara lain promosi distributor ritel, promo NPK, serta Program Gebyar Kios Hebat yang menyasar kios-kios ritel.

Pada periode Agustus hingga November 2025, program promosi distributor ritel berhasil mencatat realisasi penjualan pupuk ritel komersial sebesar 9.456 ton, meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Peningkatan tersebut didorong oleh kontribusi produk Urea sebesar 4.566 ton, disusul NPK sebesar 2.033 ton, serta SP-26 sebesar 1.470 ton.

Sementara itu, program Promo NPK yang digelar pada Desember 2025 juga menunjukkan hasil positif. Total realisasi penjualan NPK nonsubsidi mencapai 613 ton, meningkat 163 ton atau sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk dengan kontribusi penjualan tertinggi dalam program ini adalah NPK Phonska Plus dengan realisasi penjualan sebesar 498 ton.

Program lain yang turut mendorong peningkatan distribusi pupuk nonsubsidi adalah Gebyar Kios Hebat.

Program ini mencatat total realisasi penjualan sebesar 528,9 ton, atau meningkat 354,3 ton dibandingkan dua bulan sebelum program dilaksanakan, dengan kenaikan sekitar 203 persen.

Produk yang paling mendominasi penjualan dalam program tersebut adalah ZA Plus dengan realisasi 336 ton, diikuti SP-26 dan NPK Pelangi.

“Melalui berbagai program promosi yang kami hadirkan, Pupuk Indonesia ingin memberikan stimulus bagi distributor dan kios ritel agar semakin aktif dalam memasarkan produk pupuk nonsubsidi. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat sinergi antara perusahaan, distributor, dan kios dalam memastikan ketersediaan pupuk bagi petani,” jelas Wisnu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa optimalisasi penjualan pupuk ritel nonsubsidi menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Ke depan, Pupuk Indonesia Regional 4 akan terus menghadirkan berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan guna memperkuat jaringan distribusi serta memperluas pemanfaatan produk pupuk komersial oleh petani,” tambahnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat ketersediaan pupuk komersial atau nonsubsidi di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari para distributor pupuk nonsubsidi di wilayah Regional 4.

Salah satu distributor menyambut baik berbagai program yang dihadirkan oleh Pupuk Indonesia karena dinilai mampu memperkuat ketersediaan pupuk bagi petani di lapangan.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan pupuk tersedia bagi petani. Melalui kerja sama dengan Pupuk Indonesia, kami berupaya memastikan distribusi pupuk dapat menjangkau petani dengan baik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu kios ritel yang menjadi peserta Program Gebyar Kios Hebat.

Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif tidak hanya bagi distributor dan kios, tetapi juga bagi petani sebagai pengguna pupuk.

“Programnya sangat positif. Tidak hanya bermanfaat bagi kami sebagai penjual, tetapi juga bagi petani sebagai konsumen yang membutuhkan pupuk,” ungkapnya.

Dengan berbagai program distribusi dan promosi yang dijalankan, PT Pupuk Indonesia (Persero) optimistis ketersediaan pupuk nonsubsidi di wilayah Indonesia Timur dapat terus terjaga sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Pesta Gay Surabaya Menduga Satu Peserta Lolos dari Jeratan Hukum
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Arus Mudik di Pelabuhan Belawan, 3.390 Pemudik dari Batam Tiba di Medan
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK segel dua ruangan di kompleks Sekretariat Daerah Cilacap
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Maghrib Surabaya Hari ini 13 Maret 2026 dan Buka Puasa 23 Ramadan
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Berguinho Makin Percaya Diri, Persib Dianggap Sudah di Jalur Juara BRI Super League 2025/2026
• 11 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.