Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengumumkan menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi Developing Eight Organization for Economic Cooperation atau D-8 yang semula dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Indonesia berkoordinasi dengan negara-negara anggota.
“Dan akhirnya pada tadi malam Bapak Menteri Luar Negeri menandatangani surat dari Pak Menlu kepada mitra-mitranya yang berisikan penundaan pelaksanaan KTT D-8 dan juga seluruh rangkaian kegiatannya,” kata Tri dalam press briefing di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Jumat (13/3).
Sebelumnya, KTT D-8 dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026. Sementara itu, Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri dijadwalkan pada 14 April dan pertemuan tingkat komisioner pada 12–13 Maret.
Menurut Tri, keputusan penundaan diambil setelah pemerintah memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sejak akhir Februari.
“Kita ketahui bersama teman-teman ada perkembangan sejak 28 Februari yang lalu dan kita mengamati, mencermati, dan mengkaji dari dekat perkembangan yang ada. Dan hingga hari ini sangat disayangkan belum tampak ada tanda-tanda deeskalasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak sebelum memutuskan penundaan, termasuk Sekretaris Jenderal D-8 dan para perwakilan negara anggota.
“Menanggapi situasi tersebut teman-teman, saya berkoordinasi dengan erat dan juga berkonsultasi kepada pimpinan. Jadi saya berbicara dengan Sekjen D8, saya berbicara dengan semua komisioner, teman-teman para duta besar kita di negara-negara D-8 juga berhubungan atau berkomunikasi dengan mitra-mitra mereka di negara akreditasi masing-masing,” kata Tri.
Menurut dia, seluruh negara anggota memahami keputusan tersebut karena dianggap sebagai langkah terbaik dalam situasi saat ini.
“Info ini sudah diterima oleh semua negara anggota dan mereka memahami karena ini memang jalan yang terbaik yang harus kita putuskan,” ujarnya.
Tri menambahkan, penentuan jadwal baru KTT D-8 akan dibahas lebih lanjut setelah perkembangan situasi di Timur Tengah lebih jelas.
“Mengenai penetapan tanggal selanjutnya, tentunya kita akan bicarakan secara lebih detail pada saatnya. Saat ini mungkin belum waktunya karena perkembangan yang masih terus berlangsung di wilayah Timur Tengah khususnya,” pungkas dia.





