Danantara Umumkan Zhejiang Weiming Jadi Pemenang Operator PSEL di Bogor Raya

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai mitra pengelola fasilitas waste to energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah Bogor Raya. 

Pada tahap satu, ada tujuh wilayah aglomerasi yang ditetapkan pemerintah untuk dibangun PSEL. Proyek di empat wilayah sudah dilelang, namun baru tiga wilayah yang resmi memiliki mitra pengelola. Ketiga wilayah itu adalah Denpasar Raya, Bekasi Raya, dan yang terbaru Bogor Raya. 

Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd., juga memenangkan tender proyek PSEL di wilayah Denpasar Raya. 

“Penandatanganan hari ini adalah langkah penting selanjutnya dalam upaya kami merealisasikan solusi pengelolaan sampah terintegrasi yang didasarkan pada tata kelola yang baik dan standar operasional tertinggi,” kata Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, dikutip dari keterangan resmi, pada Jumat (13/3). 

Pemerintah kemudian mewajibkan mitra pengelola untuk membentuk konsorsium bersama badan usaha milik daerah dan perusahaan lokal Indonesia. Ini dilakukan dalam rangka transfer teknologi. 

“Fasilitas Bogor Raya dikembangkan dengan keandalan operasional yang kuat, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dan transfer teknologi dengan pemangku kepentingan lokal,” ujar Pandu. 

Saat ini tersisa mitra pengelola PSEL Yogyakarta Raya yang belum diumumkan. Kabarnya, Danantara baru akan mengumumkan mitra terpilihnya pekan depan.

Sementara itu, tahap satu ini menyisakan proyek di tiga wilayah aglomerasi yang belum memasuki proses lelang. Informasi terakhir, proyek yang tersisa masih harus diverifikasi ulang sebelum mengikuti proses lelang.

Lelang PSEL Tahap Kedua Termasuk Jakarta

Sembari proses pemilihan mitra dilakukan untuk proyek PSEL tahap satu, pemerintah akan menetapkan 14 wilayah lainnya untuk proyek PSEL tahap dua. Sejauh ini baru 10 wilayah yang ditetapkan dan tiga di antaranya akan mengelola sampah Jakarta. 

“Jakarta itu nanti ada Bantar Gebang, mudah-mudahan nanti kejadian kemarin (longsor sampah) tidak terulang lagi,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers di kantornya pada Kamis (12/3).  

Zulhas memperkirakan, fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi listrik itu akan mengolah 3.000 ton sampah per hari. Sebanyak 2.000 ton berupa sampah baru, sisanya dari sampah lama yang sudah menumpuk di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang. 

Selain di Bantar Gebang, Jakarta direncanakan memiliki dua fasilitas PSEL di lokasi lain. “Ada juga di Tanjungan, itu luas lahan delapan hektare, itu (kapasitas) bisa 2.000 ton per hari sampah baru. Yang ketiga di Sunter, dekat JIS, itu juga bisa di atas 2.000 ton per hari,” kata Zulhas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terjaring OTT KPK, Inilah Profil Syamsul Auliya Rachman dan Jejak Politiknya di PKB
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sawit RI Tergencet Sana-sini
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Pemprov Jabar Cairkan Kompensasi bagi 3.000 Sopir Angkot, Becak, dan Andong
• 2 jam laludetik.com
thumb
Baznas Salurkan 33.917 Paket Pangan untuk Palestina
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
SE Menteri jadi Berkah Kepala Daerah, Mengurangi Pilu PPPK Paruh Waktu
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.