Literasi dan Karakter Kebangsaan Dinilai Kunci Kekuatan Generasi Z

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Akademisi sekaligus anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Rasminto, menegaskan bahwa pemuda dan pelajar merupakan harapan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Rasminto dalam kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Kebangsaan di SMAN 78 Jakarta yang diikuti lebih dari seribu siswa dari kelas X, XI dan XII, pada Jumat (13/3/2026). Dalam paparannya bertajuk “Pelajar dan Harapan Bangsa”, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus cadangan kepemimpinan nasional di masa depan.

Baca Juga
  • Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Kapolri Beri Atensi Khusus
  • Kapuspen Jelaskan Alasan Penetapan TNI Siaga 3
  • Menjauhi Rasa Iri dengan Mengelola Rasa Syukur

Menurutnya, situasi global saat ini sedang menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis energi, pangan, ekonomi hingga ketegangan politik internasional yang berpotensi berdampak pada kedaulatan negara.

“Dalam situasi dunia yang tidak stabil seperti sekarang, pelajar harus menyadari bahwa mereka bukan hanya peserta pendidikan, tetapi juga agen perubahan, kontrol sosial, dan iron stock atau cadangan kepemimpinan bangsa,” ujar Rasminto.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menambahkan, pelajar Indonesia dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan negara.

Rasminto mengingatkan bahwa di era disrupsi digital saat ini, generasi muda juga menghadapi tantangan serius berupa banjir informasi, disinformasi, hingga politik post-truth yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.

“Media sosial sering kali membuat emosi lebih dominan dibandingkan fakta. Karena itu, pelajar harus memiliki literasi informasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh hoaks dan propaganda,” katanya.

Selain tantangan digital, ia juga menyoroti persoalan sosial yang dihadapi generasi muda di wilayah perkotaan, seperti meningkatnya kasus tawuran pelajar, lemahnya ruang partisipasi generasi muda, hingga ancaman radikalisme digital.

"Kasus tawuran di perkotaan terutama di Jakarta cukup tinggi, ini juga mempengaruhi lemahnya partisipasi generasi muda pada aktivitas positif, sehingga perlu dibangun nilai-nilai kebangsaan yang kuat melalui berbagai metode dan pendekatan", katanya.

Menurut Rasminto, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena generasi muda saat ini adalah penentu masa depan Indonesia, terutama dalam menghadapi momentum bonus demografi yang diproyeksikan berlangsung hingga 2045.

“Bonus demografi akan menjadi peluang besar jika generasi mudanya berkualitas. Tetapi bisa menjadi masalah jika tidak dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pembangunan karakter kebangsaan sejak dini melalui pendidikan, pembinaan wawasan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai persatuan.

“Kompetensi literasi dan numerasi harus berjalan seiring dengan karakter kebangsaan. Jika identitas, solidaritas, dan kreativitas pemudanya kuat, maka masa depan bangsa juga akan kuat,” kata Rasminto.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPTD Kelas II Sulsel Gelar Ramp Check di Terminal Lumpue, 59 Kendaraan Ditilang
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Puncak Arus Mudik Terbagi Dua Gelombang, Kebutuhan BBM  Diprediksi Naik 11 Persen
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Durasi Traffic Light di Surabaya Kini Disesuaikan untuk Atasi Macet Jelang Buka Puasa
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Minta Pengusaha Batu Bara dan Kelapa Sawit Prioritaskan Kebutuhan Nasional
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Pemerintah Tegaskan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Tidak Otomatis Kehilangan Bansos
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.