Pemerintah Indonesia berharap terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dapat mempercepat terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik.
Mojtaba menggantikan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas usai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan, Indonesia memandang pergantian kepemimpinan tersebut sebagai momentum untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.
“Tentu bagi Indonesia, kita melihat yang penting adalah bahwa ini dapat menciptakan semakin cepat terjadinya perdamaian,” kata dia dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).
Ia menambahkan, Indonesia dan Iran memiliki hubungan bilateral yang telah terjalin lama.
“Dari segi hubungan bilateral sendiri, Indonesia dengan Iran memiliki hubungan kerja sama yang cukup panjang, lebih dari 75 tahun,” ujar Nabyl.
Meski demikian, dalam konteks situasi konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya upaya perdamaian.
Menurut Nabyl, fokus utama Indonesia saat ini adalah mendorong deeskalasi konflik dan mengembalikan penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi.
“Dalam konteks saat ini, tentu harapan kita adalah agar fokusnya kita bisa mengupayakan segera terciptanya perdamaian,” tutupnya.





