Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah menegaskan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, APBN difungsikan sebagai shock absorber atau peredam gejolak ekonomi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program untuk menjaga konsumsi masyarakat melalui berbagai stimulus fiskal.
"APBN berfungsi sebagai shock absorber, dan bantuan untuk pangan Rp11,92 triliun, dan juga THR sekitar Rp40 triliun tahun ini dari pemerintah," ujar Airlangga, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, langkah tersebut diharapkan dapat menopang konsumsi domestik yang saat ini masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemudian, Airlangga menyebut konsumsi domestik menyumbang sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat masih menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah berharap berbagai stimulus melalui APBN, termasuk bantuan pangan dan penyaluran tunjangan hari raya, dapat menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Editor: Redaksi TVRINews





