Purbaya Lapor Prabowo: Inflasi Februari 4,64% Cuma Efek Statistik, Riilnya 2,59%

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai lonjakan inflasi tahunan Februari 2026 sebesar 4,64% belum mencerminkan tekanan harga yang sesungguhnya. Itu lantaran angka tahun lalu dipengaruhi faktor anomali subsidi listrik.

Menurut Purbaya, bila komponen distorsi subsidi listrik Januari–Februari 2025 dikeluarkan, tingkat inflasi sebenarnya berada di kisaran 2,59%. Hal itu disampaikan Purbaya saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3). 

“Itu headline saja, Pak. Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari, Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59%,” kata Purbaya memaparkan dalam sidang. 

Bendahara negara itu menjelaskan, pembacaan inflasi yang hanya berpatokan pada headline berpotensi menimbulkan kesalahan kebijakan karena bisa memunculkan persepsi ekonomi terlalu panas.

“Kalau policy maker mikir ekonominya kepanasan, dia akan cenderung ngerem ekonomi. Padahal kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,” ujarnya.

Mantan ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menilai kondisi inflasi saat ini masih memberikan ruang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tanpa pengetatan berlebihan.

Dia pun menepis pandangan para ekonom yang menyoroti buruknya kinerja ekonomi RI belakangan ini. Purbaya mengeklaim, yang terjadi justru yang sebaliknya, yakni Indeks PMI Manufaktur Indonesia per Februari lalu naik menjadi 53,8 yang menandai ekonomi Indonesia masih dalam wilayah ekspansi.

Tak hanya itu, dia bahkan menyebut optimisme masyarakat terus meningkat. "Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi tinggal hancur ya. Padahal, kalau kita dari tadi PMI naik ke level yang tinggi," ujarnya.

Purbaya menuturkan, industri otomotif RI sepanjang bulan lalu juga menunjukkan geliatnya. Penjualan mobil menurutnya tumbuh 12,2% pada Februari 2026.

"Ini bukan main-main, kalau kita lihat (Februari) tahun lalu kan negatif Pak. Sekarang sudah mulai positif dan sekarang makin kencang," klaim Purbaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG 13 Maret 2026: Indeks Tertekan Geopolitik, Rupiah dan Emas Kompak Melemah
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Batam Perkuat Tata Kelola, Pengusaha Dapat Kepastian Berusaha
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
SeaBank dan Dompet Dhuafa Salurkan Santunan dan School Kit Bagi Ratusan Anak Yatim
• 6 jam laludisway.id
thumb
Persiapan Sambut Lebaran, Mendag Busan Pastikan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Cukup
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kemlu: KTT D-8 di Indonesia Ditunda
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.