REPUBLIKA.CO.ID,CILEGON — Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah menteri meninjau kesiapan pelayanan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Jumat (13/3/2026). Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho turut hadir dalam peninjauan tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas serta fasilitas pelabuhan dalam melayani pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi potensi lonjakan pergerakan masyarakat selama periode mudik.
- 2.898 Pemudik Berangkat dari Terminal Pulo Gebang, Puncak Mudik Diprediksi 17 Maret
- Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras adalah Ancaman Terhadap Demokrasi, PDIP Ikut Mengecam
- Kolaborasi Lagi, Pejuang Mushola dan Artha Graha Peduli Bersihkan Mushola di TPST Bantargebang
Kapolri menjelaskan pihaknya telah menerima paparan dari PT ASDP Indonesia Ferry, Polda Banten, dan Polda Lampung terkait kesiapan pengelolaan arus penyeberangan selama masa mudik Lebaran. Paparan tersebut menunjukkan sejumlah inovasi disiapkan untuk mengurai potensi antrean kendaraan di kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni.
“Termasuk sistem penjualan tiket secara online dan pengaturan seluruh dermaga yang kini tidak lagi dibedakan. Semua kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan,” ujar Sigit.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Selain itu, penambahan buffer zone dan pelabuhan alternatif juga disiapkan guna mengurangi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan. Pengelolaan arus kendaraan turut didukung command center yang memantau kondisi lalu lintas secara real time selama periode mudik.
Kapolri juga memastikan kesiapan pengamanan selama perjalanan pemudik, baik di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal. Petugas disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa mudik.
Polri bersama instansi terkait juga menyiapkan fasilitas pelayanan bagi pemudik, seperti pos istirahat serta dapur lapangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama perjalanan.
“Kami harapkan mudik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan seluruh stakeholder memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” kata Sigit.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan potensi pergerakan masyarakat pada mudik tahun ini diperkirakan sangat besar. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik diprediksi mencapai lebih dari 143 juta orang.




