JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah keluarga Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, sempat didatangi oleh orang tidak dikenal (OTK) pada 16 Januari 2026.
Hal itu terungkap dari informasi yang disampaikan ayahanda Andrie Yunus kepada Kordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya.
"Tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andrie, sekitar bulan Januari ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andrie di daerah Sukabumi, Jawa Barat," ujar Dimas di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Detik-detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, 2 Pelaku Putar Balik
Menurut Dimas, kedatangan dua orang tak dikenal itu diduga bertujuan untuk mencari tahu soal Andrie.
"Mencari tahu soal keluarganya Andrie. Dan ini juga bagian dari cerita yang baru saja disampaikan oleh orangtuanya Andrie," jelasnya.
Dimas menduga kedatangan OTK tersebut berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai badan pekerja sekaligus pembela hak asasi manusia (HAM) di KontraS.
Selain itu, keberadaan OTK juga sempat terpantau di asrama KontraS yang berada di Jakarta Pusat.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan, OTK sempat datang ke asrama KontraS menggunakan kendaraan berpelat nomor D.
"Jadi tiga hari ini ada orang datang ke asrama KontraS memantau, dia di depan pintu asrama KontraS. Ketika didatangi dia pergi. Itu beberapa saksi melihat ada orang asing di sekitar mess KontraS tiga hari sebelum kejadian," jelas Isnur.
Berdasarkan keterangan saksi, orang yang mendatangi asrama KontraS itu bukan merupakan warga sekitar.
Baca juga: Tiga Penculik Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta Didakwa Pembunuhan Berencana
"Dan ketika didatangi ditanya dia pergi langsung gitu," tutur Isnur.
Diberitakan sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh OTK pada Kamis (12/3/2026) malam.
Menurut Dimas Bagus Arya, peristiwa terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor miliknya di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ujar Dimas dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kompas.com.





