PRODUKSI sampah organik di wilayah Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan sepanjang Ramadan. Penambahan volume ini dipengaruhi oleh meningkatnya sampah rumah tangga serta sampah dari pasar, seperti sisa sayuran.
Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Imam Fauzi menjelaskan bahwa peningkatan produksi sampah mencapai sekitar 60% dari total 680 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.
"Sampah organik rumah tangga didominasi oleh sampah dapur dan sisa makanan saat berbuka puasa maupun sahur," katanya, Jumat (13/3).
Baca juga : Gubernur Jawa Barat Minta Bantuan BMKG Padamkan Kebakaran TPA Sarimukti
Tak hanya itu, dia melanjutkan, munculnya para penjual kuliner musiman selama Ramadan juga turut menyumbang peningkatan produksi sampah organik. Namun, kondisi ini dinilai sebagai hal yang biasa terjadi setiap tahun.
"Kenaikan sampah organik bisa mencapai sekitar 10% dibandingkan hari biasa. Ini merupakan tren yang selalu terjadi setiap tahun selama Ramadan," ujar Imam.
Meski terjadi lonjakan produksi sampah organik, dia memastikan penanganannya masih dapat dilakukan dengan baik berkat kerja sama dengan para pegiat pengelolaan sampah, termasuk pengelola maggot.
Baca juga : Jelang Idul Fitri, Program Ramadan dan Bazaar Lebaran Ramaikan Aktivitas di Mal
Hal ini juga berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melarang pembuangan sampah organik ke TPA Sarimukti. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diwajibkan mengolah sampah organik di wilayahnya masing-masing.
"Kita sudah bekerja sama dengan para pegiat sampah untuk mengelola sampah organik. Alhamdulillah, meski terjadi peningkatan, namun masih bisa kita tangani," jelas Imam.
Ia memprediksi peningkatan produksi sampah akan mencapai puncaknya pada Hari Raya Idulfitri. Bahkan, bukan hanya sampah organik, tetapi sampah anorganik juga diperkirakan mengalami kenaikan.
"Pada malam takbiran, kami akan menyiagakan petugas kebersihan di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan sampah, seperti Lembang, Cililin, Cihampelas, Padalarang, dan beberapa kecamatan lainnya. Hanya pada hari H Idulfitri saja petugas diliburkan," tandasnya.





