Bisnis.com, JAKARTA — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjelaskan kronologi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya mengatakan insiden penyerangan itu terjadi pada pukul 23.37 WIB. Kala itu, dia telah mengikuti kegiatan penyiaran di kantor YLBHI, Jakarta.
"Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Kemudian, saat dalam perjalanan melintasi Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat. Tiba-tiba, Andrie Yunus mendapatkan serangan dengan menggunakan air keras oleh orang tidak dikenal yang mengendalikan sepeda motor.
Sontak, kejadian itu telah memberikan luka fatal bagi Andrie Yunus. Setidaknya, sejumlah tubuh korban yang mengalami luka yakni area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
"Mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," imbuhnya.
Baca Juga
- Kronologi Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus
- Polisi Cari Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras
- Polisi Dalami Kasus Penyiraman Air Keras ke Wakil Koordinator Kontras
Setelah itu, Andrie Yunus sempat dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Hasilnya, sekitar 24% tubuh Andrie mengalami luka bakar.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%," imbuhnya.
Adapun, Dimas menilai insiden ini merupakan upaya untuk membungkam suara kritis pembela HAM, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.
Dia pun mendesak agar kasus ini bisa mendapatkan atensi publik maupun aparat karena penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini bisa menyebabkan luka serius hingga meninggal dunia.
"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut," pungkasnya.





