Upaya Amerika Serikat Menangkal Pengaruh Tiongkok di Amerika Latin

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kawasan Amerika Latin kembali menjadi arena penting perebutan pengaruh kedua kekuatan tersebut. Dilaporkan Al Jazeera, pemerintahan Presiden Donald Trump baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah pemimpin Amerika Latin di Florida sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali hubungan Washington dengan negara-negara di belahan barat dan menahan laju ekspansi diplomatik serta ekonomi Beijing di kawasan itu. Langkah ini muncul setelah selama dua dekade terakhir Tiongkok secara perlahan memperluas pengaruhnya di Amerika Latin, baik melalui perdagangan, investasi, maupun proyek infrastruktur. Bahkan dalam beberapa sektor dan negara, Beijing telah melampaui posisi Amerika Serikat sebagai mitra dagang utama.

Pertemuan yang digelar di kediaman Trump di Mar-a-Lago tersebut menjadi simbol perubahan pendekatan Washington terhadap kawasan yang secara historis dianggap sebagai “halaman belakang” geopolitik Amerika Serikat sejak era Doktrin Monroe pada abad ke-19. Pemerintahan Trump menilai bahwa meningkatnya hubungan ekonomi negara-negara Amerika Latin dengan Tiongkok berpotensi menggeser keseimbangan kekuatan di kawasan dan melemahkan pengaruh tradisional Washington—yang menyebabkan Trump mencetuskan doktrinnya sendiri, "Donroe Doctrine", yang bertujuan untuk menegaskan ulang dominasi Amerika Serikat di level global.

Bangkitnya Pengaruh Ekonomi Tiongkok

Pertumbuhan pengaruh Tiongkok di Amerika Latin bukanlah fenomena baru. Sejak awal 2000-an, Beijing secara agresif meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan negara-negara di kawasan tersebut. Analisis dari Parlemen Uni Eropa mencatat bahwa dalam waktu kurang dari dua dekade, Tiongkok berubah dari pemain kecil menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar bagi banyak negara Amerika Latin. Hal ini bukan merupakan omong kosong, Mexico Business mencatat bahwa investasi langsung Tiongkok di kawasan Amerika Latin mencapai sekitar 14,7 miliar dolar AS pada 2024, terutama di sektor energi, pertambangan, transportasi, dan telekomunikasi.

Beberapa negara bahkan menjadi tujuan utama investasi Beijing. Brasil, misalnya, menerima investasi Tiongkok dalam jumlah besar yang pada 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 53 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu mitra ekonomi paling penting bagi Beijing di kawasan tersebut (Green Finance & Development Center).

Selain investasi langsung, Tiongkok juga memperluas pengaruh melalui proyek infrastruktur besar dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI). Program pembangunan global ini, yang diluncurkan pada 2013, bertujuan meningkatkan konektivitas perdagangan dan infrastruktur antara Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin melalui proyek pelabuhan, kereta api, energi, dan jaringan digital (CaixaBank Research). Contoh spesifik adalah pembangunan megaport Chancay di Peru yang didukung oleh investasi Tiongkok. Pelabuhan tersebut diperkirakan akan menjadi pusat logistik baru yang menghubungkan perdagangan Amerika Latin langsung dengan Asia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada rute tradisional melalui Terusan Panama (Epthinktank). Bagi banyak negara di Amerika Latin, investasi ini dianggap sebagai peluang penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini tertinggal.

Strategi Balasan Washington

Melihat perkembangan tersebut, Washington mulai meningkatkan kembali diplomasi regionalnya. Pemerintahan Trump menilai bahwa hubungan ekonomi yang semakin erat antara Tiongkok dan negara-negara Amerika Latin berpotensi menciptakan ketergantungan ekonomi baru yang dapat berdampak pada orientasi politik dan keamanan kawasan.

Karena itu, pertemuan tingkat tinggi yang digelar bersama para pemimpin Amerika Latin bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keamanan dengan negara-negara mitra. AP News melaporkan bahwa selain diplomasi ekonomi, pemerintah AS juga menekankan kerja sama keamanan regional, termasuk dalam upaya memerangi kartel narkotika dan kejahatan lintas negara.

Dalam kesempatan lain, di forum keamanan regional yang digelar di markas Komando Selatan AS (SOUTHCOM), para pejabat pemerintahan Trump menegaskan bahwa Amerika Latin tetap menjadi prioritas strategis Washington. Al Jazeera melansir, mereka bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat siap meningkatkan dukungan militer bagi negara-negara sekutu di kawasan untuk menghadapi ancaman keamanan regional. Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi Washington tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga pada keamanan dan pengaruh politik.

Amerika Latin sebagai Arena Persaingan Global

Para analis melihat bahwa persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok di Amerika Latin merupakan bagian dari rivalitas geopolitik yang lebih luas. Seiring meningkatnya kekuatan ekonomi Tiongkok di dunia, Beijing semakin aktif membangun jaringan perdagangan dan investasi global, termasuk di kawasan yang secara tradisional berada dalam orbit pengaruh Washington. Bagi Tiongkok, Amerika Latin memiliki nilai strategis yang besar. Kawasan ini kaya akan sumber daya alam seperti litium, tembaga, minyak, dan kedelai—komoditas penting bagi industri dan keamanan energi Tiongkok. Selain itu, pasar konsumen di Amerika Latin juga menawarkan peluang ekspor bagi produk teknologi dan manufaktur Tiongkok.

Di sisi lain, Amerika Serikat memandang ekspansi ini sebagai tantangan terhadap pengaruhnya di kawasan Barat. Sejak abad ke-19, Washington telah memandang Amerika Latin sebagai bagian dari zona pengaruh geopolitiknya. Karena itu, meningkatnya keterlibatan Beijing sering dipandang sebagai potensi perubahan keseimbangan kekuatan regional.

Tantangan bagi Washington

Namun, upaya Washington untuk kembali memperkuat pengaruhnya di kawasan tidak selalu mudah. Banyak negara Amerika Latin kini berusaha menjaga hubungan seimbang dengan kedua kekuatan besar tersebut. Beberapa negara memanfaatkan persaingan ini untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari kedua pihak, seperti akses investasi dari Tiongkok sekaligus kerja sama keamanan dan perdagangan dengan Amerika Serikat. Pendekatan pragmatis ini membuat kawasan Amerika Latin semakin kompleks secara geopolitik.

Selain itu, beberapa negara di kawasan juga menunjukkan sikap berhati-hati terhadap pendekatan militer atau keamanan yang terlalu agresif dari Washington. Sejumlah pemerintah khawatir bahwa pendekatan tersebut dapat memicu ketegangan politik domestik atau mengingatkan pada sejarah intervensi Amerika Serikat di kawasan. Melihat tren saat ini, banyak pengamat menilai bahwa Amerika Latin akan tetap menjadi salah satu arena penting dalam persaingan geopolitik global antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Bagi Washington, mempertahankan pengaruh di kawasan ini berarti menjaga stabilitas politik dan ekonomi di wilayah yang secara geografis dekat dengan Amerika Serikat. Sementara itu, bagi Beijing, memperluas hubungan dengan negara-negara Amerika Latin merupakan bagian dari strategi global untuk memperkuat jaringan perdagangan, investasi, dan diplomasi di seluruh dunia. Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global—mulai dari konflik di Timur Tengah hingga rivalitas ekonomi antara negara-negara besar—Amerika Latin kemungkinan akan semakin sering menjadi titik pertemuan kepentingan strategis berbagai kekuatan dunia.

Pada akhirnya, masa depan hubungan di kawasan ini akan sangat bergantung pada bagaimana negara-negara Amerika Latin menavigasi persaingan dua kekuatan besar tersebut, sambil tetap berupaya menjaga kepentingan nasional mereka di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragis! Kakek 70 Tahun di Jombang Luka-Luka Dibacok Anak Jalanan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Nikita Mirzani, Tetap Dihukum 6 Tahun Penjara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Banjir Rusak Jalan di Cuenca, Ekuador Tetapkan Darurat Nasional
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Puan Maharani Tegaskan Pembahasan RUU Pemilu Tidak Perlu Tergesa-gesa
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Museum Zoologi Bogor Hadirkan Immerzoa, Ruang Imersif yang Bikin Edukasi Fauna Lebih Hidup
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.