Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengimbau warga untuk mengecek listrik dan melepas tabung LPG sebelum mudik.
Laksita Rini Sevriani Kepala DPKP Kota Surabaya minta masyarakat memastikan kondisi listrik di rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
“Stop kontak atau perangkat listrik yang tidak dipakai sebaiknya dicabut. Lampu yang dinyalakan cukup lampu teras saja, dan jika memungkinkan gunakan lampu otomatis yang menyala saat malam hari agar lebih aman,” ujarnya.
Selain instalasi listrik, ia menganjurkan tabung LPG dilepas sebelum mudik untuk mencegah kebocoran gas yang berpotensi memicu kebakaran. Termasuk mematikan sementara jaringan gas rumah tangga seperti PGN.
Damkar mengevaluasi beberapa tahun terakhir, kebakaran saat mudik kerap dipicu kelalaian penghuni rumah yang lupa mematikan instalasi listrik atau melepas tabung LPG.
“Karena itu kami mengimbau seluruh warga memastikan steker listrik dimatikan dan instalasi rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan mudik,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak bermain petasan, yang bisa berpotensi memicu kebakaran apabila digunakan secara sembarangan.
“Petasan yang dilempar atau dimainkan sembarangan sangat berbahaya karena arah jatuhnya tidak bisa diprediksi. Hal yang sama juga berlaku untuk kembang api yang harus digunakan secara hati-hati,” ungkapnya.
Ia memastikan Damkar Surabaya tetap siaga menangani berbagai kondisi darurat lainnya, termasuk evakuasi dan penyelamatan yang membutuhkan bantuan petugas.
“Kami berharap rumah yang ditinggalkan tetap aman sehingga warga bisa berkumpul bersama keluarga tanpa rasa khawatir,” tuturnya.
“Untuk kesiapsiagaan menjelang libur Lebaran, Damkar Surabaya tetap siaga. Petugas tetap bertugas seperti biasa. Jika terjadi kondisi kedaruratan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 dan petugas Damkar akan langsung meluncur ke lokasi,” tutupnya.(lta/wld/iss)




