tvOnenews.com - Isu pelecehan seksual kembali viral dan menjadi sorotan publik di media sosial. Dalam beberapa waktu terakhir, warganet semakin berani mengungkap berbagai kasus yang sebelumnya jarang terangkat ke permukaan.
Banyak korban akhirnya memilih bersuara melalui jalur hukum maupun lewat platform digital untuk mencari keadilan dan dukungan publik.
*Disclaimer: Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti soal terduga pelaku pelecehan seksual. Pihak berwenang masih merahasiakan informasi tersebut demi kepentingan penyelidikan yang sedang berjalan.*
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus serupa, sebuah laporan yang melibatkan tokoh agama kembali memicu kehebohan.
Seorang ustadz atau pendakwah berinisial "SAM" dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pelecehan seksual.
Kasus ini menjadi perbincangan luas karena tindakan tersebut diduga dilakukan terhadap sesama jenis, bahkan sebagian korban disebut masih di bawah umur ketika peristiwa terjadi.
Laporan ini juga menarik perhatian karena sosok terlapor disebut cukup dikenal publik. Kuasa hukum korban menyebut bahwa pendakwah tersebut kerap tampil di salah satu program televisi swasta.
Kasus ini pun menambah daftar panjang dugaan pelecehan seksual yang belakangan banyak diungkap masyarakat melalui media sosial maupun jalur hukum.
Dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Lima Korban
Kasus dugaan pelecehan seksual ini dilaporkan oleh sejumlah korban yang didampingi tim kuasa hukum.
Salah satu kuasa hukum korban, Benny Jehadu, membenarkan bahwa laporan tersebut telah disampaikan ke Bareskrim Polri.
“Terlapor ini inisialnya SAM, beliau ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta. Kalau untuk profesinya ya seorang tokoh agama ya,” kata Benny Jehadu melansir dari instagram @seleboncamnews, Jumat (13/03/26).
- tangkapan layar seleboncam news
Menurut keterangan tim hukum, terdapat lima orang pria yang mengaku menjadi korban dalam kasus ini. Mereka menyatakan pernah mengalami tindakan pelecehan yang diduga dilakukan oleh pendakwah tersebut.
Tidak hanya korban dewasa, sebagian dari mereka disebut masih berstatus santri dan bahkan ada yang berada di bawah umur saat kejadian berlangsung.




