SEJUMLAH anggota Partai Demokrat menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump melemahkan tekanan terhadap Rusia. Hal itu lantaran AS melonggarkan sebagian sanksi minyak di tengah konflik dengan Iran. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan perang Moskow sedangkan pasukan Amerika Serikat menghadapi ancaman di kawasan Timur Tengah.
Pemimpin Minoritas Demokrat di Senat Chuck Schumer bersama dua senator senior, Elizabeth Warren dan Jeanne Shaheen, mendesak Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan penjelasan di Kongres terkait kebijakan tersebut.
Para senator mengacu pada laporan media yang menyebut Rusia diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran yang dapat digunakan untuk menargetkan pasukan Amerika Serikat. Informasi itu juga sempat disinggung oleh Trump.
Baca juga : CoRE Ingatkan Risiko Ekonomi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli
“Rusia dilaporkan memberikan intelijen kepada Iran untuk menargetkan dan membunuh personel militer Amerika, sementara respons pemerintahan Trump justru melonggarkan tekanan dan membantu memberikan tambahan pendapatan sekitar US$150 juta dolar AS per hari bagi mesin perang Rusia,” kata para senator dalam pernyataan bersama.
Mereka juga menilai kebijakan tersebut lebih menguntungkan Kremlin dibandingkan masyarakat Amerika yang kini menghadapi kenaikan harga energi.
“Presiden Trump memberikan lebih banyak keringanan kepada Kremlin daripada kepada keluarga Amerika, yang sekarang harus membayar lebih mahal untuk bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya akibat konflik ini,” tulis mereka.
Baca juga : AS Veto Resolusi DK PBB Usulan Rusia tentang Gencatan Senjata di Timur Tengah
Dalam wawancara radio yang disiarkan Jumat, Trump mengakui adanya kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan dukungan terbatas kepada Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.
“Saya kira mungkin saja Putin membantu Iran sedikit,” kata Trump.
Sebelumnya, pemerintah AS mengumumkan akan memberikan pengecualian terhadap sebagian sanksi terkait minyak guna menambah pasokan global dan menekan harga energi. Langkah tersebut diambil setelah konflik antara AS, Israel, dan Iran mengganggu jalur pelayaran energi melalui Selat Hormuz.
Trump tidak menjelaskan secara rinci negara mana saja yang akan memperoleh manfaat dari pelonggaran sanksi tersebut. Namun kebijakan itu muncul setelah Washington memberi izin sementara bagi kilang minyak di India untuk membeli minyak Rusia yang sebelumnya tertahan di laut akibat sanksi.
Para senator Demokrat menilai pelonggaran sanksi terhadap perusahaan energi Rusia dapat memberikan keuntungan besar bagi Moskow yang masih menghadapi tekanan Barat terkait invasinya ke Ukraina. Mereka juga mempertanyakan soal aturan hukum Amerika yang mewajibkan pemberitahuan kepada Kongres sebelum sanksi terhadap Rusia dilonggarkan. (AFP/E-4)




