AS Gempur Pangkalan Militer Iran di Kharg

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran,Iran

Serangan udara sasar titik vital, fasilitas minyak Teheran masih dalam ancaman.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target-target militer di Pulau Kharg, Iran. 

Wilayah tersebut merupakan titik vital bagi ekonomi Teheran yang menangani sekitar 90% ekspor minyak negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi melalui platform Truth Social, Presiden Trump menegaskan bahwa operasi tersebut berhasil melumpuhkan kemampuan militer di pulau itu tanpa menghancurkan fasilitas ekonomi utama.

Sesaat sebelum Trump mengunggah informasi mengenai serangan AS ke Pulau Kharg, Trump jua memberikan Penjelasan langsung kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One (Foto: The Guardian)

"Atas dasar kepatutan, saya telah memilih untuk TIDAK melenyapkan infrastruktur minyak di pulau tersebut," tulis Trump. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa keputusan ini dapat berubah sewaktu-waktu.

"Jika Iran, atau siapa pun, melakukan tindakan yang mengganggu perlintasan kapal yang bebas dan aman di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tambahnya.

Eskalasi di Teluk dan Evakuasi di Qatar

Ketegangan di kawasan meningkat drastis setelah laporan pencegatan rudal di wilayah udara Qatar. Saksi mata melaporkan kepada Reuters bahwa otoritas Qatar mengevakuasi sebagian distrik Msheireb di Doha yang mencakup kantor pemerintahan dan kantor Google serta kawasan Education City yang menampung enam kampus universitas asal AS.

Kementerian Dalam Negeri Qatar menyebut evakuasi ini sebagai "langkah pencegahan sementara," meski tidak merinci secara detail ancaman yang dimaksud.

Di sisi lain, laporan dari mitra BBC, CBS News, mengindikasikan bahwa Pentagon sedang bersiap untuk memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah.

 AS direncanakan akan mengirim unit Marinir yang terdiri dari 5.000 personel beserta kapal perang tambahan untuk memperluas jangkauan opsi taktis di kawasan.

Respons Regional dan Krisis yang Mendalam

Sementara Washington memperkuat posisi militernya, media pemerintah Iran merilis cuplikan visual para pejabat yang menghadiri rapat umum Hari Quds di Teheran untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina dan perlawanan terhadap tekanan Barat.

Konflik ini juga terus meluas ke wilayah Lebanon. Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa kelompoknya sedang menjalani "pertempuran eksistensial" melawan Israel. 

Ketegangan ini semakin diperparah dengan langkah militer Israel yang menjatuhkan selebaran di Beirut, mendesak penduduk untuk bangkit melawan kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut.

Hingga saat ini, Presiden Trump mengisyaratkan bahwa operasi militer AS tidak akan berakhir dalam waktu dekat. 

Ia menjanjikan serangan lebih lanjut terhadap aset-aset Iran selama sepekan ke depan sebagai respons atas aktivitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menargetkan kepentingan AS dan Israel di kawasan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Malaungi Sebut Bandar Boy dan Koko Erwin Beda Jaringan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Serangan Balasan Iran Hantam Gedung Sektor Keuangan di Tel Aviv
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mayoritas Fraksi DPR Setujui RUU Perubahan UU Hak Cipta Jadi Usul Inisiatif, Respons Tantangan Era Digital dan AI
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Kebiasaan Orang Cerdas di Malam Hari yang Mudah Diikuti
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
5 Film Bioskop Tayang Lebaran 2026, dari Horor Suzzanna hingga Dokumenter Konser NCT
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.