Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mengungkapkan berbagai skenario pengamanan telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Skenario mencakup kondisi normal hingga situasi darurat guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.
“Skenario daripada pengamanan sudah siap. Jadi alternatif baik itu kondisi normal, kuning dan merah, kita sudah siap. Sampai emergency plan sudah siap semuanya,” ujar Agus saat meninjau kesiapan pengamanan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada lalu lintas, tetapi juga mencakup keamanan di sejumlah titik keramaian seperti masjid dan destinasi wisata di seluruh Indonesia.
Total sebanyak 180 ribu personel gabungan dikerahkan melalui Operasi Ketupat untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri.
Menurut Agus, tradisi mudik merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga. Karena itu, negara harus hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
“Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, tetapi kami hadir, negara hadir untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan termasuk Idul Fitri nanti, termasuk juga hari Nyepi harus aman dan kondusif,” katanya.
Selain pengamanan di lapangan, Korlantas Polri juga memanfaatkan sistem berbasis data dan teknologi untuk memantau arus lalu lintas secara real time selama periode mudik dan arus balik.
“Tentunya Korlantas Polri bukan hanya mengimbau, tetapi hasil dari sistem yang kami bangun berbasis data dan teknologi yang real time agar supaya mudik balik itu lancar. Negara hadir untuk memastikan aman di bidang kriminalitas, lancar di bidang lalu lintas,” ungkap Agus. (lea/bil/faz)




