Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meyakini Iran tidak akan lama menutup Selat Hormuz.
"Kita jangan lupa Iran ini juga punya kepentingan karena hidup mereka banyak tergantung pada minyaknya. Dan juga di dekat Iran itu juga ada fasilitas mereka yang sangat besar untuk memproses minyaknya menjadi end product," kata dia di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan anggota kabinet saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.
Advertisement
"Jadi saya pikir situasinya masih fluktuatif. Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive, jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," sambungnya.
Namun, dia masih memantau perkembangan eskalasi konflik di Timur Tengah dalam dua minggu kedepan. Luhut optimistis kondisi akan semakin membaik, khususnya saat momen Lebaran 2026.
"Kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam 1-2 minggu ke depan. Jadi saya kira selama lebaran, saya kira akan semua baik-baik," ujarnya.
Luhut meminta masyarakat Indonesia tak khawatir dengan kondisi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah saat ini. Dia terus berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, khususnya dalam menjaga defisit APBN.
"Saran rekomendasi kami, kondisi semua tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan, kita tetap awas pada, kita memantau terus perkembangan di luar," tutur Luhut.



