- Pesawat tanker Boeing KC-135 Amerika Serikat jatuh di Irak barat pada Kamis (12/3/2026), menewaskan empat awak.
- Centcom mengonfirmasi insiden itu, menyatakan penyebabnya bukan serangan musuh atau tembakan internal, penyelidikan berlanjut.
- Militer Iran dan kelompok sekutu Irak mengklaim menembak jatuh pesawat tersebut menggunakan rudal, namun klaim ini berbeda dari AS.
Suara.com - Pesawat pengisian bahan bakar udara milik United States dilaporkan jatuh di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3/2026).
Pesawat tanker jenis Boeing KC-135 Stratotanker itu mengalami kecelakaan yang menewaskan empat awak, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
United States Central Command (Centcom) mengonfirmasi insiden tersebut pada Jumat (13/3/2026).
Dalam keterangannya, Centcom menegaskan bahwa kecelakaan itu tidak berkaitan dengan serangan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri.
Kejadian itu dilaporkan berlangsung sekitar pukul 14.00 Waktu Timur Amerika Serikat atau sekitar Jumat (13/3/2026)pukul 02.00 WIB.
Iran klaim tembak jatuh pesawat tanker AS KC-135 di langit Irak. Pentagon membantah, sebut insiden bukan akibat serangan musuh. Simak fakta pertempuran udara ini. [Dok. X Bricnews]Pada waktu yang hampir bersamaan, terdapat pesawat lain yang juga mengalami insiden, tetapi berhasil mendarat dengan selamat.
“Empat dari enam awak pesawat dipastikan meninggal dunia dan upaya penyelamatan terus berlanjut,” kata Centcom dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP.
Centcom juga menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung guna memastikan penyebab jatuhnya pesawat tanker tersebut.
Di sisi lain, militer Iran sebelumnya mengemukakan klaim berbeda terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
Melalui siaran televisi pemerintah Iran, disebutkan bahwa kelompok sekutu Iran di Irak menembak jatuh pesawat itu menggunakan rudal dan seluruh awaknya dilaporkan tewas.
Aliansi berbagai kelompok bersenjata Irak yang mendapat dukungan Iran juga mengklaim bertanggung jawab atas penembakan pesawat KC-135 tersebut.
Mereka menyebut sempat menargetkan pesawat lain, tetapi pesawat itu berhasil menghindari serangan.
Sejak konflik di kawasan Timur Tengah meningkat, kelompok tersebut beberapa kali mengaku melakukan serangan terhadap aset-aset milik Amerika Serikat di Irak maupun wilayah sekitarnya. Namun, mereka jarang memberikan rincian mengenai sasaran yang diserang.
Sebagai informasi, KC-135 merupakan pesawat tanker yang telah digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat selama lebih dari enam dekade.
Umumnya pesawat ini dioperasikan oleh tiga personel, yaitu pilot, kopilot, serta operator yang bertugas mengendalikan sistem pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat lain.




